Mojtaba Khamenei, Pemimpin yang Dikenal Tenang, tapi Berpengaruh

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:10 WIB
loading...
Mojtaba Khamenei, Pemimpin...
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai pemimpin yang tenang dan berpengaruh. Foto/X
A A A
TEHERAN - Kepemimpinan Iran sedang bergulat dengan krisis eksistensial paling parah sejak Revolusi Iran 1979 seiring meningkatnya perang AS-Israel di negara tersebut.

Berkuasa sejak 1989, pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang berusia 86 tahun dalam serangan udara gabungan AS-Israel menandai titik balik, memaksa rezim untuk memilih pemimpin baru di tengah konflik yang meluas.

Pada hari Minggu, Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang mengumumkan bahwa mereka telah memilih Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun, putra kedua tertua dari almarhum Ali Khamenei, sebagai pengganti ayahnya.

Dengan memilih satu Khamenei untuk menggantikan yang lain, Republik Islam memproyeksikan kesinambungan, memperkuat otoritasnya, dan menghadirkan stabilitas politik dalam menghadapi agresi militer eksternal.

Mojtaba Khamenei, Pemimpin yang Dikenal Tenang, tapi Berpengaruh

1. Tenang tapi Berpengaruh

Perang AS-Israel yang dilancarkan terhadap Iran pada 28 Februari telah membuat Teheran membalas dengan menargetkan Israel, pangkalan AS di kawasan itu, dan negara-negara Teluk, mengirimkan gelombang kejutan ke pasar energi global.

Perang tersebut semakin rumit karena sekutu Iran bergabung dalam pertempuran, dengan Hizbullah di Lebanon melancarkan serangan lintas batas terhadap pasukan Israel dan milisi yang bersekutu dengan Iran di Irak menargetkan posisi militer AS, yang semakin memperdalam konflik regional.

Israel dan pemerintahan AS di bawah Donald Trump telah menargetkan kepemimpinan tertinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi, untuk meningkatkan tekanan pada rezim tersebut. Namun, hingga saat ini, sistem tersebut belum runtuh, menunjukkan bahwa sistem Iran mampu menahan guncangan hebat.

Sekarang, dengan Mojtaba Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru, lembaga politik Iran diharapkan bergerak cepat untuk memproyeksikan persatuan melawan ancaman eksternal dan menghindari potensi kerusuhan. Tetapi masih harus dilihat seperti apa Iran yang akan muncul dari perang di bawah kepemimpinannya, jika sistem politik tersebut bertahan.

Sebelum diangkat, Trump menyebut potensi pengangkatan Mojtaba Khamenei "tidak dapat diterima" dan mengatakan bahwa ia sendiri perlu terlibat dalam memilih pemimpin Iran berikutnya. Ia kemudian memperingatkan bahwa siapa pun yang dipilih tanpa persetujuan AS "tidak akan bertahan lama."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Jepang Diterjang Topan...
Jepang Diterjang Topan Dahsyat, Pemerintah kepada Warga: Selamatkan Nyawa Anda!
Rekomendasi
Toyota Mulai Uji Coba...
Toyota Mulai Uji Coba Mobil Hidrogen di Sirkuit Le Mans
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
Berita Terkini
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved