6 Alasan Mojtaba Khamenei Dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Senin, 09 Maret 2026 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran yang Dibenci AS
Selama masa kecilnya, ayahnya, Ali Khamenei, muncul sebagai tokoh terkemuka dalam perjuangan melawan monarki Shah Mohammad Reza Pahlavi. Ia menghabiskan tujuh tahun di kota Sardasht dan Mahabad di barat laut Iran dan menerima pendidikan awalnya. Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1987 setelah menyelesaikan sekolah menengah atas.
Pada tahun 1999, Mojtaba menempuh studi Islam di kota Qom untuk menjadi seorang ulama.
Menurut catatan-catatan ini, Mojtaba berusia sekitar 17 tahun ketika ia pergi ke medan perang dan bergabung dengan pasukan.
Ia membentuk sebuah batalion. Beberapa anggota batalion ini kemudian menjadi beberapa tokoh intelijen dan keamanan terpenting di Republik Islam dan sering berkumpul di sekitar Mojtaba.
Tidak banyak orang di Iran, termasuk ayahnya Ali Khamenei, yang mengira Mojtaba suatu hari nanti akan menjadi pemimpin tertinggi negara itu.
5. Sudah Dididik sebagai Ulama sejak Kecil
Media pemerintah menggambarkan Mojtaba sebagai seorang pria yang menjalani kehidupan sederhana. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Alavi, Mojtaba Khamenei masuk seminari Qom, tempat ia menghadiri kuliah para ulama berpengaruh.Selama masa kecilnya, ayahnya, Ali Khamenei, muncul sebagai tokoh terkemuka dalam perjuangan melawan monarki Shah Mohammad Reza Pahlavi. Ia menghabiskan tujuh tahun di kota Sardasht dan Mahabad di barat laut Iran dan menerima pendidikan awalnya. Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1987 setelah menyelesaikan sekolah menengah atas.
Pada tahun 1999, Mojtaba menempuh studi Islam di kota Qom untuk menjadi seorang ulama.
6. Sudah Membentuk Batalion pada Usia 17 Tahun
Sumber-sumber yang dekat dengan IRGC dan lembaga keamanan Iran telah menerbitkan laporan dan kenangan tentang partisipasi Mojtaba dalam perang Iran-Irak tahun 1980-an.Menurut catatan-catatan ini, Mojtaba berusia sekitar 17 tahun ketika ia pergi ke medan perang dan bergabung dengan pasukan.
Ia membentuk sebuah batalion. Beberapa anggota batalion ini kemudian menjadi beberapa tokoh intelijen dan keamanan terpenting di Republik Islam dan sering berkumpul di sekitar Mojtaba.
Tidak banyak orang di Iran, termasuk ayahnya Ali Khamenei, yang mengira Mojtaba suatu hari nanti akan menjadi pemimpin tertinggi negara itu.
(ahm)
Lihat Juga :