Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei Langsung Hujani Israel dengan Rudal
Senin, 09 Maret 2026 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Lahir pada tahun 1969, Mojtaba adalah anak kedua dari enam anak Ali Khamenei. Sebagai seorang pemuda, dia berjuang sebagai sukarelawan selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan kemudian belajar agama di Qom, salah satu kota tersuci di Iran dan pusat utama teologi Syiah.
Saudari Mojtaba dan beberapa kerabat lainnya tewas dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayahnya. Media Israel melaporkan bahwa Mojtaba sendiri terluka dalam serangan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melalui sayap medianya; Sepah, telah menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi yang baru.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, berterima kasih kepada Majelis Pakar karena telah mengadakan pertemuan meskipun terjadi serangan udara yang berkelanjutan dari AS-Israel, termasuk serangan pekan lalu terhadap markas Majelis di Qom.
Dia mengatakan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi yang baru berlangsung tepat waktu dan tertib meskipun ada "tipu daya musuh yang berharap terjadi kebuntuan" setelah kematian Ali Khamenei.
Pengangkatan Mojtaba Khamenei terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang kecuali melalui "penyerahan tanpa syarat".
Pada hari yang sama, Trump memperingatkan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru tidak akan bertahan lama tanpa persetujuannya.
Trump sebelumnya menuntut hak untuk ikut campur dalam penunjukan pemimpin tertinggi Iran yang baru dan menolak Mojtaba Khamenei sebagai "orang yang tidak kompeten".
Saudari Mojtaba dan beberapa kerabat lainnya tewas dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayahnya. Media Israel melaporkan bahwa Mojtaba sendiri terluka dalam serangan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melalui sayap medianya; Sepah, telah menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi yang baru.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, berterima kasih kepada Majelis Pakar karena telah mengadakan pertemuan meskipun terjadi serangan udara yang berkelanjutan dari AS-Israel, termasuk serangan pekan lalu terhadap markas Majelis di Qom.
Dia mengatakan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi yang baru berlangsung tepat waktu dan tertib meskipun ada "tipu daya musuh yang berharap terjadi kebuntuan" setelah kematian Ali Khamenei.
Pengangkatan Mojtaba Khamenei terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang kecuali melalui "penyerahan tanpa syarat".
Respons Trump soal Mojtaba Khamenei
Pada hari yang sama, Trump memperingatkan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru tidak akan bertahan lama tanpa persetujuannya.
Trump sebelumnya menuntut hak untuk ikut campur dalam penunjukan pemimpin tertinggi Iran yang baru dan menolak Mojtaba Khamenei sebagai "orang yang tidak kompeten".
Lihat Juga :