Mengapa Timur Tengah di Titik Balik yang Berbahaya?

Senin, 09 Maret 2026 - 04:40 WIB
loading...
Mengapa Timur Tengah...
Timur Tengah berada titik balik yang berbahaya. Foto/X/@Beenishmalkani
A A A
TEHERAN - Timur Tengah kini berada di titik balik yang berbahaya. Itu terjadi karena serangan balasan Iran menarget negara-negara Arab yang menampung pangkalan militer AS.

Mengapa Timur Tengah di Titik Balik yang Berbahaya?

1. Kekerasan Lebih Diutamakan Dibandingkan Dialog

Oman, negara Teluk Arab sekutu AS yang memediasi beberapa putaran pembicaraan antara Washington dan Teheran, telah memperingatkan bahwa Timur Tengah berada di “titik balik yang berbahaya” karena perang dengan Iran dan dominasi logika kekerasan atas dialog.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan virtual para menteri Arab, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Oman News Agency, seraya mencatat bahwa dampak politik, ekonomi, dan keamanan yang ditimbulkan “oleh perang ilegal ini” mengancam stabilitas kawasan dan keselamatan rakyatnya.


2. Prinsip Bertetangga Prinsip Bertetangga Baik

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Sultan bin Saad Al Muraikhi menghadiri sesi luar biasa Dewan Liga Arab secara virtual di tingkat menteri.

“Pertemuan tersebut membahas serangan Iran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial beberapa negara Arab, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum dan piagam internasional serta prinsip-prinsip bertetangga baik,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

“Pertemuan itu juga membahas risiko serius yang ditimbulkan oleh tindakan-tindakan ini terhadap keamanan dan stabilitas negara-negara Arab dan kawasan tersebut.”

Ledakan telah terdengar di ibu kota UEA, Abu Dhabi, menurut saksi mata kepada AFP, saat Iran terus meningkatkan serangannya di seluruh wilayah Teluk.

Abu Dhabi telah menghadapi serangan reguler selama lebih dari seminggu sejak Teheran memulai kampanye pembalasannya di kawasan tersebut setelah AS dan Israel melancarkan perang udara terhadapnya.

3. Iran Melakukan Kesalahan Strategis yang Besar

Sekretaris Jenderal Liga Arab mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan Iran terhadap beberapa negara anggota adalah "sembrono", mendesak Teheran untuk membalikkan apa yang disebutnya sebagai "kesalahan strategis besar".

Dalam konferensi video darurat para menteri luar negeri Arab di Kairo, Ahmed Aboul Gheit mengatakan serangan tersebut "tidak dapat dibenarkan dengan dalih atau alasan apa pun", dan membalas upaya perdamaian oleh negara-negara Teluk dengan "serangan roket dan drone yang berbahaya".

4. Serangan Iran Disebut Tak Bermoral

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Albudaiwi Albudaiwi berpartisipasi melalui konferensi video dalam sesi luar biasa Dewan Liga Arab di tingkat menteri untuk membahas krisis regional yang sedang berlangsung.

Selama pertemuan tersebut, Albudaiwi mengutuk serangan ilegal dan tidak bermoral Iran yang menargetkan infrastruktur, fasilitas sipil, dan minyak negara-negara GCC, menekankan bahwa momen penting ini membutuhkan solidaritas Arab yang mendesak, seperti yang dilaporkan oleh SPA.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang ditunjukkan oleh negara-negara Arab dan menyerukan mereka untuk memobilisasi dukungan internasional untuk rancangan resolusi yang diajukan GCC di Dewan Keamanan PBB.

Resolusi ini bertujuan untuk mengecam secara resmi serangan Iran dan menuntut agar komunitas internasional mengambil langkah-langkah konkret sesuai dengan Piagam PBB dan hukum internasional untuk memulihkan keamanan regional.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Sandy Tumiwa Unggah...
Sandy Tumiwa Unggah Foto Bareng Tessa Kaunang, Captionnya Bikin Hebol Lagi
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved