Obok-obok Lebanon, Pasukan Khusus Israel Gagal Temukan Pilot Ron Arad yang Hilang sejak 1986
Minggu, 08 Maret 2026 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia diduga telah tewas, meskipun jenazahnya belum pernah ditemukan.
Istri Arad, Tami, berterima kasih kepada militer Israel tetapi mengatakan nyawa tentara Zionis tidak boleh dipertaruhkan dalam pencarian jejak suaminya.
Di pemakaman kota, seorang jurnalis AFP melihat sebuah lubang yang tampak seperti kuburan yang digali, dikelilingi oleh batu nisan lainnya.
Sebelumnya pada hari Sabtu, seorang pejabat Hizbullah di wilayah Bekaa, tempat Nabi Sheet berada, mengatakan kepada AFP bahwa pemakaman yang digerebek Israel adalah milik keluarga Shukr.
Bulan lalu, otoritas Lebanon mendakwa empat orang dengan penculikan Ahmad Shukr—yang saudaranya; Hassan, diduga terlibat dalam penangkapan Arad—atas nama badan intelijen Israel; Mossad.
Saat Israel mundur setelah operasi yang gagal, Wali Kota Moussawi mengatakan; "Pengeboman menjadi tidak pandang bulu dan sangat hebat, mengakibatkan kehancuran di puluhan lokasi."
"Ini menelan biaya yang sangat besar: infrastruktur, kehancuran, dan darah putra-putra kami," imbuh dia, sembari menegaskan: "Selama Israel masih ada, kami akan terus melawannya."
Israel telah melancarkan banyak serangan dan mengirim pasukan darat ke Lebanon.
Serangan Israel ke Lebanon telah terjadi sejak Hizbullah menembakkan rudal ke Israel untuk membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Sabtu mengatakan serangan Israel terhadap negara itu telah menewaskan hampir 300 orang sejak hari Senin.
Istri Arad, Tami, berterima kasih kepada militer Israel tetapi mengatakan nyawa tentara Zionis tidak boleh dipertaruhkan dalam pencarian jejak suaminya.
Di pemakaman kota, seorang jurnalis AFP melihat sebuah lubang yang tampak seperti kuburan yang digali, dikelilingi oleh batu nisan lainnya.
Sebelumnya pada hari Sabtu, seorang pejabat Hizbullah di wilayah Bekaa, tempat Nabi Sheet berada, mengatakan kepada AFP bahwa pemakaman yang digerebek Israel adalah milik keluarga Shukr.
Bulan lalu, otoritas Lebanon mendakwa empat orang dengan penculikan Ahmad Shukr—yang saudaranya; Hassan, diduga terlibat dalam penangkapan Arad—atas nama badan intelijen Israel; Mossad.
Saat Israel mundur setelah operasi yang gagal, Wali Kota Moussawi mengatakan; "Pengeboman menjadi tidak pandang bulu dan sangat hebat, mengakibatkan kehancuran di puluhan lokasi."
"Ini menelan biaya yang sangat besar: infrastruktur, kehancuran, dan darah putra-putra kami," imbuh dia, sembari menegaskan: "Selama Israel masih ada, kami akan terus melawannya."
Israel telah melancarkan banyak serangan dan mengirim pasukan darat ke Lebanon.
Serangan Israel ke Lebanon telah terjadi sejak Hizbullah menembakkan rudal ke Israel untuk membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Sabtu mengatakan serangan Israel terhadap negara itu telah menewaskan hampir 300 orang sejak hari Senin.
(mas)
Lihat Juga :