Obok-obok Lebanon, Pasukan Khusus Israel Gagal Temukan Pilot Ron Arad yang Hilang sejak 1986
Minggu, 08 Maret 2026 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada temuan yang terkait dengannya yang ditemukan. Tidak ada cedera IDF (militer Israel) yang dilaporkan," kata militer Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan bahwa meskipun operasi tersebut tidak menemukan jejak Arad, komitmen Israel untuk melacak semua prajuritnya yang hilang tetap "mutlak dan permanen".
Kepala Militer Lebanon, Rodolphe Haykal, mengatakan tentara Israel mengenakan seragam militer yang mirip dengan seragam tentara Lebanon dan menggunakan kendaraan militer serta ambulans yang mirip dengan milik Otoritas Kesehatan Islam yang terkait dengan Hizbullah.
Haykal menambahkan bahwa serangan Israel yang menargetkan Lebanon menghambat pelaksanaan rencana militer untuk melucuti senjata Hizbullah.
Hizbullah mengatakan sebelumnya pada hari Sabtu bahwa mereka telah berhadapan dengan pasukan Israel yang menyusup ke sebuah kota di Lebanon timur semalaman menggunakan helikopter.
Kelompok itu mengatakan para milisinya telah mengamati penyusupan empat helikopter tentara Israel dari arah Suriah.
Setelah mendarat dan turun, pasukan Israel yang maju terlibat pertempuran dengan para milisi Hizbullah saat mereka mencapai sebuah pemakaman di Nabi Sheet.
"Bentrokan meningkat setelah pasukan musuh terungkap," kata Hizbullah, menambahkan bahwa pasukan Israel melancarkan serangan sebelum evakuasi.
Seorang koresponden AFP di Lebanon timur, tempat Hizbullah berkuasa, mendengar pesawat tempur dan tembakan hebat sepanjang malam.
Militer Lebanon mengatakan mereka menyaksikan operasi komando oleh pasukan Israel, menambahkan bahwa tiga tentara dan sejumlah warga sipil tewas akibat penembakan militer Zionis yang menyertai operasi tersebut.
Arad telah hilang sejak ditangkap usai melontarkan diri dari jet tempurnya di atas Lebanon pada tahun 1986 saat pesawat itu jatuh.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan bahwa meskipun operasi tersebut tidak menemukan jejak Arad, komitmen Israel untuk melacak semua prajuritnya yang hilang tetap "mutlak dan permanen".
Kepala Militer Lebanon, Rodolphe Haykal, mengatakan tentara Israel mengenakan seragam militer yang mirip dengan seragam tentara Lebanon dan menggunakan kendaraan militer serta ambulans yang mirip dengan milik Otoritas Kesehatan Islam yang terkait dengan Hizbullah.
Haykal menambahkan bahwa serangan Israel yang menargetkan Lebanon menghambat pelaksanaan rencana militer untuk melucuti senjata Hizbullah.
Pasukan Israel Menyusup ke Lebanon
Hizbullah mengatakan sebelumnya pada hari Sabtu bahwa mereka telah berhadapan dengan pasukan Israel yang menyusup ke sebuah kota di Lebanon timur semalaman menggunakan helikopter.
Kelompok itu mengatakan para milisinya telah mengamati penyusupan empat helikopter tentara Israel dari arah Suriah.
Setelah mendarat dan turun, pasukan Israel yang maju terlibat pertempuran dengan para milisi Hizbullah saat mereka mencapai sebuah pemakaman di Nabi Sheet.
"Bentrokan meningkat setelah pasukan musuh terungkap," kata Hizbullah, menambahkan bahwa pasukan Israel melancarkan serangan sebelum evakuasi.
Seorang koresponden AFP di Lebanon timur, tempat Hizbullah berkuasa, mendengar pesawat tempur dan tembakan hebat sepanjang malam.
Militer Lebanon mengatakan mereka menyaksikan operasi komando oleh pasukan Israel, menambahkan bahwa tiga tentara dan sejumlah warga sipil tewas akibat penembakan militer Zionis yang menyertai operasi tersebut.
Arad telah hilang sejak ditangkap usai melontarkan diri dari jet tempurnya di atas Lebanon pada tahun 1986 saat pesawat itu jatuh.
Lihat Juga :