Perang Membara, Trump Ungkap Produsen Senjata AS akan Melipatgandakan Produksi Senjata

Sabtu, 07 Maret 2026 - 07:01 WIB
loading...
Perang Membara, Trump...
Presiden AS Donald Trump. Foto/thethings
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS) telah setuju "melipatgandakan produksi" dari apa yang disebutnya sebagai persenjataan "kelas atas" setelah pertemuan di Gedung Putih.

Dalam unggahan di Truth Social, presiden mengatakan perluasan fasilitas produksi telah dimulai tiga bulan lalu dan pabrik-pabrik baru sudah dalam proses pembangunan.

Ia menambahkan, "AS ingin mencapai, secepat mungkin, tingkat kuantitas tertinggi".

Hal ini terjadi meskipun Trump juga mengklaim dalam unggahan yang sama bahwa AS memiliki "pasokan amunisi yang hampir tak terbatas", yang menurutnya saat ini sedang digunakan terhadap Iran.

Komando Pusat militer AS juga mengklaim telah menghancurkan 43 kapal perang Iran sejak melancarkan perang terhadap Iran bersama Israel seminggu yang lalu dalam pembaruan yang diunggah di X.

Sementara itu, Utusan Iran untuk PBB telah mengakhiri pernyataannya dengan memperingatkan Dewan Keamanan PBB untuk "bertindak sekarang, tanpa penundaan".

"Kegagalan untuk bertindak akan memiliki konsekuensi yang mengerikan," ujar Amir-Saeid Iravani. “Hari ini, itu Iran. Besok bisa jadi negara anggota [PBB] mana pun.”

Duta Besar Iran untuk PBB mengatakan pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang pemilihan pemimpin Iran berikutnya melanggar prinsip non-intervensi.

“Iran adalah negara berdaulat dan merdeka,” kata Iravani. “Iran tidak menerima, dan tidak akan pernah mengizinkan, kekuatan asing untuk ikut campur” dalam urusannya.

Baca juga: IRGC Serang Kapal Tanker Minyak AS, Peringatkan Kapal-kapal di Selat Hormuz
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Berita Terkini
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved