Inggris Sebut Bukan Iran yang Serang Pangkalan Siprus, lalu Siapa Biang Keroknya?

Jum'at, 06 Maret 2026 - 08:33 WIB
loading...
Inggris Sebut Bukan...
Inggris sebut bukan Iran yang lakukan serangan drone terhadap Pangkalan RAF Akrotiri di Siprus. Foto/arise.tv
A A A
LONDON - Sebuah drone yang menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Akrotiri di Siprus tidak diluncurkan dari Iran seperti yang diasumsikan banyak orang pada awalnya. Demikian diungkap Kementerian Pertahanan (MoD) Inggris.

Awalnya, beberapa laporan menyebut bahwa drone yang diduga tipe Shahed itu lolos dari deteksi dengan terbang rendah dan lambat pada hari Minggu. Drone itu menabrak hanggar yang digunakan oleh pesawat mata-mata U-2 Amerika dan terbakar.

Baca Juga: Iran Ogah Minta Gencatan Senjata: Militer AS Rasakan Bencana Besar Jika Lakukan Invasi Darat!

Tidak ada korban jiwa dan Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan: "Tidak ada kerusakan pada peralatan di dalam hanggar."

Namun Inggris masih belum mengonfirmasi dari mana tepatnya drone itu diluncurkan—dan siapa yang bertanggung jawab.

Kementerian tersebut, seperti dikutip Middle East Eye, Jumat (6/3/2026), mengatakan mereka percaya drone itu diluncurkan oleh milisi pro-Iran di Lebanon atau di Irak barat, tetapi penyelidikan telah membuktikan bahwa mereka tidak dapat secara meyakinkan lokasi sumber peluncurannya.

The Sun mengutip seorang pejabat Inggris yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan: "Berdasarkan jenis drone dan jangkauan serta kemampuannya, Intelijen Pertahanan dapat mengonfirmasi bahwa drone itu tidak diluncurkan dari Iran."

Menurut Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, drone tersebut diluncurkan sebelum dia mengumumkan pada Minggu malam bahwa Amerika Serikat (AS) akan diizinkan menggunakan pangkalan militer Inggris untuk menargetkan situs rudal Iran.

Pemerintah Siprus sangat mengkritik Inggris karena gagal menghentikan drone yang menghantam pangkalan atau memperingatkan penduduk setempat di pulau itu.

Pada Senin pagi, pemerintah Siprus mengatakan bahwa dua pesawat tanpa awak lainnya dicegat saat menuju Pangkalan RAF Akrotiri.

Rakyat Siprus Kecewa


Komisaris Tinggi Siprus di Inggris, Kyriacos Kouros, mengatakan: "Rakyat kecewa, rakyat takut, rakyat bisa mengharapkan lebih banyak."

Juru bicara pemerintah Sipurs, Konstantinos Letymbiotis, mengatakan: "Semua langkah yang diperlukan akan diambil untuk menyampaikan ketidakpuasan kami, baik dengan cara penyampaian pesan ini maupun fakta bahwa kemarin tidak ada peringatan tepat waktu kepada warga Siprus yang tinggal di dekat pangkalan Akrotiri."

Menteri Pertahanan Inggris John Healey terbang ke Siprus pada hari Rabu dan dilaporkan bertemu dengan koleganya dari Siprus pada Kamis pagi.

Starmer menegaskan di Parlemen pada hari Senin bahwa dua Pangkalan RAF di Siprus tidak digunakan oleh pesawat pengebom AS.

Inggris memiliki dua pangkalan di Siprus, di Dhekelia dan Akrotiri.

Dari pangkalan di Akrotiri, pesawat RAF melakukan ratusan penerbangan pengawasan di atas Gaza selama perang Israel di wilayah Palestina yang terkepung tersebut.

Penduduk setempat telah dievakuasi dari daerah sekitar pangkalan.

Prancis dan Yunani telah mengerahkan dukungan militer ke Siprus, termasuk jet tempur F-16 dan sistem anti-rudal dan anti-drone, sementara Inggris telah mengirimkan kapal perusak Angkatan Laut Kerajaan ke negara tersebut, yang diperkirakan akan tiba minggu depan.

Meskipun belum jelas apakah AS akan menggunakan Pangkalan RAF Akrotiri untuk melancarkan serangan terhadap situs rudal Iran, diperkirakan AS kemungkinan akan menggunakan pangkalan militer gabungan Inggris-AS di Diego Garcia di Kepulauan Chagos Samudra Hindia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved