Mengkhawatirkan, Eropa Catat 54.000 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam
Jum'at, 18 September 2020 - 03:33 WIB
loading...
A
A
A
Di seluruh Eropa, pemerintah berjuang untuk menahan lonjakan kasus baru, sambil ingin menghindari menimbulkan kerusakan baru pada ekonomi mereka dan memberlakukan pembatasan baru yang luas pada populasi mereka yang lelah akibat virus.
Di Inggris, langkah-langkah baru akan berlaku mulai Jumat waktu setempat, dengan Perdana Menteri Boris Johnson memperingatkan bahwa pub mungkin harus tutup lebih awal untuk membantu menghindari gelombang kedua kasus virus Corona.
Penduduk Inggris bagian timur laut, termasuk kota Newcastle dan Sunderland, tidak akan lagi diizinkan untuk bertemu orang-orang di luar rumah atau lingkaran sosial langsung mereka.
Pemerintah Inggris, yang menghadapi kritik atas kurangnya kapasitas pengujian, memberlakukan aturan di seluruh negara itu pada hari Senin yang membatasi sosialisasi kelompok yang terdiri dari enam orang atau kurang, karena kasus harian mencapai tingkat yang tidak terlihat sejak awal Mei.
Inggris telah menjadi negara terparah di Eropa dengan hampir 42.000 kematian.(Baca juga: Oxfam: Separuh Vaksin Covid-19 Dunia Sudah Dikuasai Negara-negara Kaya )
Sementara itu, pub di Dublin akan tetap tutup ketika pub di luar Ibu Kota Irlandia dibuka kembali pekan depan, kata otoritas setempat pekan ini menyusul lonjakan kasus virus Corona. Perdana Menteri Micheal Martin mengatakan pemerintah akan memperkenalkan "langkah-langkah tambahan" untuk menekan penyebaran virus, yang sejauh ini telah menewaskan hampir 1.800 orang di Irlandia.
Di Inggris, langkah-langkah baru akan berlaku mulai Jumat waktu setempat, dengan Perdana Menteri Boris Johnson memperingatkan bahwa pub mungkin harus tutup lebih awal untuk membantu menghindari gelombang kedua kasus virus Corona.
Penduduk Inggris bagian timur laut, termasuk kota Newcastle dan Sunderland, tidak akan lagi diizinkan untuk bertemu orang-orang di luar rumah atau lingkaran sosial langsung mereka.
Pemerintah Inggris, yang menghadapi kritik atas kurangnya kapasitas pengujian, memberlakukan aturan di seluruh negara itu pada hari Senin yang membatasi sosialisasi kelompok yang terdiri dari enam orang atau kurang, karena kasus harian mencapai tingkat yang tidak terlihat sejak awal Mei.
Inggris telah menjadi negara terparah di Eropa dengan hampir 42.000 kematian.(Baca juga: Oxfam: Separuh Vaksin Covid-19 Dunia Sudah Dikuasai Negara-negara Kaya )
Sementara itu, pub di Dublin akan tetap tutup ketika pub di luar Ibu Kota Irlandia dibuka kembali pekan depan, kata otoritas setempat pekan ini menyusul lonjakan kasus virus Corona. Perdana Menteri Micheal Martin mengatakan pemerintah akan memperkenalkan "langkah-langkah tambahan" untuk menekan penyebaran virus, yang sejauh ini telah menewaskan hampir 1.800 orang di Irlandia.
Lihat Juga :