Pentagon: Tidak Ada Laporan Intelijen kalau Iran Akan Menyerang Daratan AS
Senin, 02 Maret 2026 - 15:17 WIB
loading...
Pentagon menyebutkan tidak ada laporan intelijen yang menyebutkan rencana Iran menyerang AS. Foto/X/@AFpost
A
A
A
WASHINGTON - Para pejabat pemerintahan AS Donald Trump telah mengatakan kepada Kongres AS bahwa tidak ada tanda-tanda Iran berencana menyerang AS sebelum serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Seperti dilaporkan Reuters, dalam pengarahan tertutup, para pejabat Pentagon mengatakan kepada staf kongres bahwa rudal balistik Iran dan pasukan proksinya menimbulkan ancaman langsung terhadap kepentingan AS, tetapi mereka mengakui bahwa tidak ada intelijen yang menunjukkan bahwa Teheran berencana menyerang pasukan AS terlebih dahulu, menurut kantor berita tersebut, yang mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.
Laporan tersebut menimbulkan keraguan atas klaim sebelumnya oleh para pejabat pemerintahan Trump bahwa ada indikasi bahwa Teheran dapat menyerang pasukan AS secara "preemptif".
Baca Juga: Perlawanan Iran Sangat Berani! Trump: Durasi Perang Jadi 5 Minggu
Sementara iutu, Yassamin Ansari, salah satu dari dua anggota Kongres AS keturunan Iran Iran, telah menyatakan keprihatinannya tentang rencana Presiden Trump untuk Teheran.
Melalui unggahan di media sosial, Ansari, seorang Demokrat yang mewakili sebuah distrik di Arizona, mengatakan bahwa ia tidak percaya Trump memiliki "niat baik atau rencana" untuk masa depan negara.
“Keyakinan ini berakar pada fakta bahwa Donald Trump telah menunjukkan kurangnya niat baik atau rencana terkait masa depan Amerika Serikat. Saya sungguh berharap saya salah,” kata Ansari, yang orang tuanya melarikan diri dari Iran setelah revolusi Islam 1979, di X.
“90 juta warga Iran layak mendapatkan masa depan yang lebih baik, dan nyawa warga Amerika dipertaruhkan.”
Seperti dilaporkan Reuters, dalam pengarahan tertutup, para pejabat Pentagon mengatakan kepada staf kongres bahwa rudal balistik Iran dan pasukan proksinya menimbulkan ancaman langsung terhadap kepentingan AS, tetapi mereka mengakui bahwa tidak ada intelijen yang menunjukkan bahwa Teheran berencana menyerang pasukan AS terlebih dahulu, menurut kantor berita tersebut, yang mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.
Laporan tersebut menimbulkan keraguan atas klaim sebelumnya oleh para pejabat pemerintahan Trump bahwa ada indikasi bahwa Teheran dapat menyerang pasukan AS secara "preemptif".
Baca Juga: Perlawanan Iran Sangat Berani! Trump: Durasi Perang Jadi 5 Minggu
Sementara iutu, Yassamin Ansari, salah satu dari dua anggota Kongres AS keturunan Iran Iran, telah menyatakan keprihatinannya tentang rencana Presiden Trump untuk Teheran.
Melalui unggahan di media sosial, Ansari, seorang Demokrat yang mewakili sebuah distrik di Arizona, mengatakan bahwa ia tidak percaya Trump memiliki "niat baik atau rencana" untuk masa depan negara.
“Keyakinan ini berakar pada fakta bahwa Donald Trump telah menunjukkan kurangnya niat baik atau rencana terkait masa depan Amerika Serikat. Saya sungguh berharap saya salah,” kata Ansari, yang orang tuanya melarikan diri dari Iran setelah revolusi Islam 1979, di X.
“90 juta warga Iran layak mendapatkan masa depan yang lebih baik, dan nyawa warga Amerika dipertaruhkan.”
(ahm)
Lihat Juga :