Trump Ultimatum Pasukan Iran: Letakkan Senjata atau Mati!

Senin, 02 Maret 2026 - 11:49 WIB
loading...
Trump Ultimatum Pasukan...
Presiden AS Donald Trump ultimatum pasukan Iran untuk menyerah atau akan dibunuh. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengultimatum pasukan Iran untuk menyerah atau dibunuh. Ultimatum ini disampaikan setelah militer Amerika mengatakan telah menghancurkan markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

“Sekali lagi saya mendesak [IRGC], militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti. Itu akan menjadi kematian yang pasti. Itu tidak akan menyenangkan,” kata Trump dalam pidato video, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Senin (2/3/2026).

Baca Juga: AS Hancurkan dan Tenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran

Dia mengatakan bahwa operasi tempur di Iran terus berlanjut dan akan terus berlangsung hingga semua tujuan Washington tercapai.

Trump mengonfirmasi bahwa tiga anggota militer AS telah tewas dan mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban, sembari bersumpah untuk membalas kematian para tentara Amerika.

“Operasi tempur terus berlanjut saat ini dengan kekuatan penuh, dan akan terus berlanjut hingga semua tujuan kita tercapai. Kita memiliki tujuan yang sangat kuat,” katanya.

Trump kemudian mendesak warga Iran untuk bangkit dan menggulingkan pemerintah mereka setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

“Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini, untuk berani, tegas, heroik, dan merebut kembali negara Anda. Amerika bersama Anda,” katanya.

Sebelumnya pada hari Minggu, Trump mengatakan dia membayangkan operasi militer selama empat minggu melawan Iran.

“Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu,” katanya kepada surat kabar Inggris, Daily Mail.

“Sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu—atau kurang,” kata Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved