Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog AS dan Iran
Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:04 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto siap fasilitasi dialog AS dan Iran. Foto/X
A
A
A
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator antara Washington dan Teheran.
“Indonesia sangat menyesalkan kegagalan negosiasi antara AS dan Iran , yang telah mengakibatkan eskalasi militer di Timur Tengah. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia dilansir di X.
“Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Republik Indonesia, menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna membangun kembali kondisi keamanan yang kondusif dan jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjut unggahan tersebut. Kemlu RI menambahkan bahwa ketegangan berpotensi mengganggu kawasan dan “perdamaian serta keamanan dunia”.
Sementara itu, Rusia menyerukan penghentian segera serangan AS dan Israel terhadap Iran, dengan mengatakan situasi harus “dikembalikan ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik”.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa komunitas internasional harus segera memberikan penilaian objektif atas apa yang disebutnya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang berisiko semakin menggoyahkan stabilitas kawasan.
Ditambahkan bahwa pihaknya tetap siap, seperti sebelumnya, untuk membantu upaya menemukan solusi damai berdasarkan hukum internasional, saling menghormati, dan keseimbangan kekuatan internasional. Rusia menggambarkan tindakan AS dan Israel sebagai "ceroboh", dan mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional. Rusia menyerukan kembalinya solusi politik dan diplomatik.
Selain itu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengingatkan kita bahwa blok Eropa telah menerapkan "sanksi ekstensif" sebagai tanggapan terhadap "rezim pembunuh" Iran. "Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, untuk melindungi warga sipil, dan untuk sepenuhnya menghormati hukum internasional."
Baca Juga: Wilayahnya Jadi Target Rudal Iran, Arab Saudi Marah Besar!
Kantor Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan solidaritas dengan penduduk sipil Iran, dan mengatakan bahwa mereka terus menuntut penghormatan terhadap hak-hak sipil dan politik. Kantor tersebut menambahkan bahwa Meloni akan berkonsultasi dengan sekutu dan para pemimpin regional untuk mendukung upaya meredakan ketegangan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan negaranya "berdiri bersama rakyat Iran yang berani dalam perjuangan mereka melawan penindasan" dan mendukung AS dalam upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah Inggris mengatakan negara itu "tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas", dan menambahkan, "kami siap untuk melindungi kepentingan kami".
“Indonesia sangat menyesalkan kegagalan negosiasi antara AS dan Iran , yang telah mengakibatkan eskalasi militer di Timur Tengah. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia dilansir di X.
“Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Republik Indonesia, menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna membangun kembali kondisi keamanan yang kondusif dan jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjut unggahan tersebut. Kemlu RI menambahkan bahwa ketegangan berpotensi mengganggu kawasan dan “perdamaian serta keamanan dunia”.
Sementara itu, Rusia menyerukan penghentian segera serangan AS dan Israel terhadap Iran, dengan mengatakan situasi harus “dikembalikan ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik”.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa komunitas internasional harus segera memberikan penilaian objektif atas apa yang disebutnya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang berisiko semakin menggoyahkan stabilitas kawasan.
Ditambahkan bahwa pihaknya tetap siap, seperti sebelumnya, untuk membantu upaya menemukan solusi damai berdasarkan hukum internasional, saling menghormati, dan keseimbangan kekuatan internasional. Rusia menggambarkan tindakan AS dan Israel sebagai "ceroboh", dan mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional. Rusia menyerukan kembalinya solusi politik dan diplomatik.
Selain itu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengingatkan kita bahwa blok Eropa telah menerapkan "sanksi ekstensif" sebagai tanggapan terhadap "rezim pembunuh" Iran. "Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, untuk melindungi warga sipil, dan untuk sepenuhnya menghormati hukum internasional."
Baca Juga: Wilayahnya Jadi Target Rudal Iran, Arab Saudi Marah Besar!
Kantor Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan solidaritas dengan penduduk sipil Iran, dan mengatakan bahwa mereka terus menuntut penghormatan terhadap hak-hak sipil dan politik. Kantor tersebut menambahkan bahwa Meloni akan berkonsultasi dengan sekutu dan para pemimpin regional untuk mendukung upaya meredakan ketegangan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan negaranya "berdiri bersama rakyat Iran yang berani dalam perjuangan mereka melawan penindasan" dan mendukung AS dalam upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah Inggris mengatakan negara itu "tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas", dan menambahkan, "kami siap untuk melindungi kepentingan kami".
(ahm)
Lihat Juga :