Iran Mungkin akan Tawarkan Bonanza Komersial untuk Pikat Trump

Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:04 WIB
loading...
Iran Mungkin akan Tawarkan...
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Foto/fox news
A A A
TEHERAN - Iran sedang mempertimbangkan insentif ekonomi untuk membujuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seiring berlanjutnya negosiasi nuklir dengan Washington. Kabar itu dilaporkan Financial Times.

Pembicaraan di Jenewa pada hari Kamis (26/2/2026) menandai putaran ketiga kontak tidak langsung AS-Iran menggunakan mediasi Oman, pada saat Washington secara bersamaan mengumpulkan aset militer di Timur Tengah untuk meningkatkan tekanan pada Teheran.

Orang-orang yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada FT pada hari Kamis bahwa Teheran sedang mempertimbangkan untuk menawarkan potensi "keuntungan komersial" kepada Washington – yang melibatkan proyek minyak, gas, dan pertambangan – tetapi belum mengajukan tawaran resmi apa pun.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media tersebut bahwa belum ada proposal semacam itu yang dibahas.

"[Iran] sedang melihat Venezuela sebagai studi kasus," kata salah satu sumber, merujuk pada dorongan Trump agar perusahaan AS mengamankan kesepakatan minyak di negara Amerika Latin tersebut setelah pasukan AS menculik Presiden Nicolas Maduro bulan lalu.

Dalam pidato kenegaraannya pada hari Selasa, Trump menuduh Teheran memiliki ambisi nuklir yang "jahat" dan memperingatkan Iran memiliki waktu terbatas untuk mencapai kesepakatan, menambahkan bahwa ia lebih menyukai solusi diplomatik.

Iran bersikeras programnya bersifat sipil dan akan melanjutkan pengayaan uranium, meskipun fasilitas nuklirnya rusak selama perang 12 hari tahun lalu, ketika AS dan Israel menyerang situs-situs di seluruh negeri.

Para pejabat Iran dilaporkan juga sedang membahas mekanisme verifikasi yang lebih baik yang melibatkan Badan Energi Atom Internasional dan kemungkinan peran para ahli yang terkait dengan AS.

Iran memiliki cadangan minyak terbukti terbesar ketiga di dunia dan cadangan gas terbesar kedua pada tahun 2023, menurut data AS, dan berbagi ladang gas alam terbesar di dunia dengan Qatar.

Negara itu sempat membuka diri terhadap investasi Barat setelah kesepakatan nuklir 2015, tetapi Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018 dan memberlakukan kembali sanksi yang luas.

Baca juga: Mengerikan, AI Unggulan Kerahkan Senjata Nuklir dalam 95% Simulasi Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
Ramalan Nyeleneh Dukun...
Ramalan Nyeleneh Dukun Ghana Viral: Argentina Tersingkir, Portugal Juara Piala Dunia 2026
FIFA: Cooling Break...
FIFA: Cooling Break Dihilangkan di Laga Meksiko vs Ekuador
Betrand Peto Akui Putus...
Betrand Peto Akui Putus dari Aqila, Singgung Adanya Pihak Ketiga
Berita Terkini
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved