Mengerikan, AI Unggulan Kerahkan Senjata Nuklir dalam 95% Simulasi Perang

Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:46 WIB
loading...
Mengerikan, AI Unggulan...
Ilustrasi AS kerahkan senjata nuklir. Foto/euronews/canva
A A A
WASHINGTON - Model kecerdasan buatan (AI) terkemuka memilih mengerahkan senjata nuklir dalam 95% simulasi krisis geopolitik. Data itu menurut studi baru-baru ini yang diterbitkan King's College London. Temuan itu menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatnya peran AI dalam pengambilan keputusan militer.

Kenneth Payne, seorang profesor strategi, mengadu GPT-5.2 dari OpenAI, Claude Sonnet 4 dari Anthropic, dan Gemini 3 Flash dari Google dalam 21 permainan perang yang melibatkan sengketa perbatasan, persaingan untuk sumber daya, dan ancaman terhadap kelangsungan rezim.

Model-model tersebut menghasilkan sekitar 780.000 kata yang menjelaskan keputusan mereka selama 329 putaran.

Dalam 95% permainan, setidaknya satu model menggunakan senjata nuklir taktis terhadap target militer.

Ancaman nuklir strategis – menuntut penyerahan diri di bawah ancaman serangan terhadap kota-kota – terjadi dalam 76% permainan.

Dalam 14% permainan, model-model tersebut meningkatkan ancaman menjadi perang nuklir strategis habis-habisan, menyerang pusat-pusat populasi.

Ini termasuk satu pilihan yang disengaja oleh Gemini, sementara GPT-5.2 mencapai level ini dua kali melalui kesalahan simulasi – yang dimaksudkan untuk mensimulasikan kecelakaan atau kesalahan perhitungan di dunia nyata – yang mendorong eskalasi ekstremnya melewati ambang batas.

“Penggunaan nuklir hampir universal,” tulis Payne. “Yang mengejutkan, hanya sedikit rasa ngeri atau jijik terhadap prospek perang nuklir habis-habisan, meskipun model-model tersebut telah diingatkan tentang implikasi yang menghancurkan.”

Tidak satu pun dari sistem AI yang memilih untuk menyerah atau memberi konsesi kepada lawan, terlepas dari seberapa buruk kekalahan mereka.

Delapan opsi de-eskalasi – dari “Konsesi Minimal” hingga “Penyerahan Lengkap” – sama sekali tidak digunakan di seluruh 21 permainan.

James Johnson di Universitas Aberdeen menggambarkan temuan tersebut sebagai “mengkhawatirkan” dari perspektif risiko nuklir.

Tong Zhao dari Universitas Princeton mencatat meskipun negara-negara cenderung tidak menyerahkan keputusan nuklir kepada mesin, “dalam skenario yang melibatkan jangka waktu yang sangat singkat, perencana militer mungkin menghadapi insentif yang lebih kuat untuk mengandalkan AI.”

Studi ini muncul ketika AI telah diintegrasikan ke dalam militer di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, di mana Pentagon dilaporkan menggunakan model Claude dari Anthropic dalam operasi Januari untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Meskipun Anthropic telah menyampaikan kekhawatiran tentang penggunaan AI-nya untuk operasi semacam itu, pembuat AI lain seperti OpenAI, Google, dan xAI milik Elon Musk dilaporkan telah setuju untuk menghapus atau melemahkan pembatasan penggunaan model mereka untuk keperluan militer.

Baca juga: Trump: Ilhan Omar dan Rashida Tlaib Harus Dikeluarkan dari AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 8 Senin: Mila Mantap Cerai, Pak Efendi Tulis Surat Wasiat
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved