Khamenei Disebut Jalankan 'Negara dalam Negara' via Jaringan Rahasia 4.000 Orang di Iran

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:13 WIB
loading...
Khamenei Disebut Jalankan...
Ayatollah Ali Khamenei disebut menjalankan negara di dalam negara melalui jaringan rahasia beranggotakan sekitar 4.000 orang di Iran. Foto/khamenei.ir
A A A
TEHERAN - Sebuah laporan baru yang merinci cara kerja internal kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan struktur komando sebenarnya Republik Islam tidak terletak pada pemerintahan Iran yang terlihat. Tapi itu terletak pada aparatus bayangan yang dirancang untuk mempertahankan kendali rezim bahkan jika pemimpin tertinggi sendiri menghilang dari pandangan publik.

Laporan tersebut, yang berjudul "Unmasking the Bayt: Inside the Supreme Leader’s Office", diterbitkan oleh United Against Nuclear Iran (UANI) dan ditulis oleh Saeid Golkar dan Kasra Aarabi. Laporan itu menggambarkan Bayt, Kantor Pemimpin Tertinggi, sebagai jaringan kelembagaan yang luas yang tertanam di seluruh militer, ekonomi, lembaga keagamaan, dan birokrasi negara Iran.

Baca Juga: Mengapa Negara-negara Arab Ketakutan Jika Perang AS-Iran Pecah? Ini Analisisnya

"Ini adalah pusat saraf tersembunyi rezim di Iran...ia beroperasi sebagai negara di dalam negara," kata Aarabi dalam sebuah wawancara dengan Fox News Digital, Kamis (26/2/2026).

Menurut Aarabi, sistem tersebut memungkinkan Khamenei untuk mengawasi dan memengaruhi pengambilan keputusan di setiap tingkatan Republik Islam, termasuk kebijakan nuklir, perencanaan perang, dan keamanan internal.

"Inilah yang memberi Khamenei kendali mutlak. Ini bukan negara yang terlihat, ini adalah negara yang tak terlihat," katanya.

Laporan tersebut memperkirakan sekitar 4.000 orang beroperasi di dalam struktur inti Bayt, dengan puluhan ribu lainnya bekerja melalui lembaga-lembaga afiliasi di seluruh negeri.

“Ada sekitar 4.000 karyawan dekat...anggap saja mereka sebagai komisaris...para pembuat kebijakan sebenarnya,” kata Aarabi.

“Di luar itu, payung Bayt memiliki 40.000 individu yang bekerja untuknya...tertanam di setiap lapisan kebijakan, setiap entitas negara.”

Laporan itu memetakan lingkaran dalam yang dikontrol ketat di puncak Bayt, termasuk putra-putra Khamenei, khususnya Mojtaba Khamenei, yang digambarkan beroperasi seperti "pemimpin tertinggi mini" di dalam kantor ayahnya.

Laporan ini merinci bagaimana struktur tersebut menjangkau langsung ke rantai komando militer Iran, dengan promosi senior yang membutuhkan persetujuan dari kantor Pemimpin Tertinggi dan badan kontra intelijen paralel yang memantau loyalitas di seluruh angkatan bersenjata.

Bayt, menurut laporan itu, juga memainkan peran penting dalam negosiasi nuklir dan pengambilan keputusan di masa perang, memastikan otoritas tertinggi tetap terkonsentrasi di sekitar pemimpin tertinggi.

Jaringan tersebut, kata Aarabi, secara efektif menduplikasi kementerian negara di dalam kantor Khamenei, memungkinkan pengawasan langsung dan penegakan ideologis di seluruh lembaga pemerintah, universitas, dan lembaga budaya.

Lebih lanjut, laporan itu juga menguraikan bagaimana Bayt mempertahankan ketahanan rezim melalui kendali atas ekonomi, lembaga keagamaan, dan sistem pendidikan. Jaringan yayasan dan konglomerat yang terkait dengan pemimpin tertinggi mengawasi sektor-sektor utama ekonomi Iran, sementara lembaga-lembaga keagamaan, universitas, dan badan-badan budaya dipantau oleh perwakilan yang ditempatkan di sana yang bertugas menegakkan kepatuhan ideologis dan menekan perbedaan pendapat.

"Anggaplah Bayt sebagai inti dari kekuatan utama rezim," kata Aarabi.

Temuan ini muncul di tengah spekulasi baru tentang kesehatan Khamenei dan berkurangnya visibilitas publik, serta meningkatnya ketegangan regional dan kemungkinan konfrontasi militer yang melibatkan Iran.

Aarabi menepis anggapan bahwa ketidakhadiran Khamenei di depan publik menandakan melemahnya otoritas atau perpecahan internal.

"Kita melihat ini selama perang 12 hari...bahkan jika dia bersembunyi di bunker, dia tetap memegang kendali penuh. Bayt telah memperketat cengkeraman kekuasaan Khamenei," katanya.

Struktur tersebut, menurutnya, sengaja dibangun untuk berfungsi bahkan tanpa kehadiran fisik pemimpin tertinggi.

"Bahkan jika dia dieliminasi, Bayt sebagai sebuah institusi memungkinkan pemimpin tertinggi untuk berfungsi," kata Aarabi. "Anggaplah pemimpin tertinggi sebagai sebuah institusi, bukan hanya sebagai individu tunggal."

Laporan tersebut menempatkan Bayt di puncak hierarki kekuasaan Iran, di atas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pemerintah formal.

“Bayt adalah aparatur inti...badan pembuat kebijakan strategis yang mendorong program rudal balistik, program nuklir, [dan] destabilisasi regional,” kata Aarabi.

Implikasinya, imbuh dia, sangat signifikan bagi para pembuat kebijakan di Washington dan di seluruh kawasan, terutama karena Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan opsi untuk menghadapi program nuklir Iran dan aktivitas regionalnya.

“Menghilangkan Khamenei secara terpisah saja tidak cukup...Anda harus membongkar aparatur luas yang telah ia ciptakan,” kata Aarabi.

Sebaliknya, setiap upaya untuk melemahkan rezim tersebut akan membutuhkan penargetan struktur kelembagaan yang lebih luas di sekitar pemimpin tertinggi, bukan hanya individu di pusatnya.

"Ini melibatkan strategi komprehensif...operasi siber, sanksi, [dan] komponen militer," katanya. "Untuk setiap perubahan yang berarti di Iran...Anda harus mengejar inti kekuasaan utama dalam rezim Islam, dan itu adalah Bayt."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Berita Terkini
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved