Daftar 6 Kartel Narkoba Paling Kejam di Dunia, dari Ladang Kokain Kolombia hingga Perang Berdarah di Meksiko
Selasa, 24 Februari 2026 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Memang, kartel ini telah mendapatkan reputasi buruk karena serangkaian serangan terhadap pasukan keamanan dan pejabat publik.
Kartel ini telah menembak jatuh helikopter militer dengan granat berpeluncur roket, membunuh puluhan pejabat negara, dan bahkan diketahui menggantung mayat korbannya dari jembatan untuk mengintimidasi saingannya.
Pada puncak perang kartel 1980-an hingga awal 1990-an, diperkirakan 50.000–70.000 orang tewas akibat konflik yang melibatkan kartel, aparat negara, dan kelompok bersenjata lainnya. Serangan bom, pembunuhan pejabat, hingga teror terhadap warga sipil menjadi bagian dari strategi perang Escobar.
Meski tidak sefrontal Medellín dalam aksi teror terbuka, konflik perebutan kekuasaan tetap berkontribusi pada ribuan korban jiwa dalam periode tersebut.
Ekspansi PCC menjangkau Paraguay dan Bolivia, menjadikannya salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Amerika Selatan.
Selain korban tewas, Meksiko juga mencatat lebih dari 100.000 orang hilang dalam periode perang narkoba modern. Banyak di antaranya diyakini menjadi korban penculikan dan pembunuhan kartel, namun jasadnya tak pernah ditemukan.
Perang antar kartel bukan hanya soal perebutan jalur distribusi narkoba, tetapi juga perebutan kekuasaan wilayah, sumber daya, dan dominasi ekonomi ilegal. Militerisasi kartel—dengan senjata berat, kendaraan lapis baja, hingga drone—membuat konflik semakin kompleks dan mematikan.
Selama permintaan narkoba global tetap tinggi, bayang-bayang kekerasan kartel diperkirakan masih akan terus menghantui sejumlah negara, dengan korban yang tak sedikit dan luka sosial yang mendalam.
Kartel ini telah menembak jatuh helikopter militer dengan granat berpeluncur roket, membunuh puluhan pejabat negara, dan bahkan diketahui menggantung mayat korbannya dari jembatan untuk mengintimidasi saingannya.
4. Medellín Cartel
Kartel legendaris Kolombia yang dipimpin Pablo Escobar ini menguasai perdagangan kokain dunia pada era 1980-an.Pada puncak perang kartel 1980-an hingga awal 1990-an, diperkirakan 50.000–70.000 orang tewas akibat konflik yang melibatkan kartel, aparat negara, dan kelompok bersenjata lainnya. Serangan bom, pembunuhan pejabat, hingga teror terhadap warga sipil menjadi bagian dari strategi perang Escobar.
5. Cali
Rival utama Medellín ini memilih pendekatan lebih senyap namun tetap mematikan. Kartel Cali menguasai sebagian besar suplai kokain ke Amerika Serikat pada 1990-an.Meski tidak sefrontal Medellín dalam aksi teror terbuka, konflik perebutan kekuasaan tetap berkontribusi pada ribuan korban jiwa dalam periode tersebut.
6. Primeiro Comando da Capital (PCC)
Berasal dari dalam penjara di Brasil, PCC berkembang menjadi jaringan kriminal lintas negara. Selain narkoba, mereka mengendalikan penyelundupan senjata dan memicu kerusuhan besar di berbagai lembaga pemasyarakatan.Ekspansi PCC menjangkau Paraguay dan Bolivia, menjadikannya salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Amerika Selatan.
Selain korban tewas, Meksiko juga mencatat lebih dari 100.000 orang hilang dalam periode perang narkoba modern. Banyak di antaranya diyakini menjadi korban penculikan dan pembunuhan kartel, namun jasadnya tak pernah ditemukan.
Perang antar kartel bukan hanya soal perebutan jalur distribusi narkoba, tetapi juga perebutan kekuasaan wilayah, sumber daya, dan dominasi ekonomi ilegal. Militerisasi kartel—dengan senjata berat, kendaraan lapis baja, hingga drone—membuat konflik semakin kompleks dan mematikan.
Selama permintaan narkoba global tetap tinggi, bayang-bayang kekerasan kartel diperkirakan masih akan terus menghantui sejumlah negara, dengan korban yang tak sedikit dan luka sosial yang mendalam.
(ahm)
Lihat Juga :