Influencer China Dihujat karena Unggah Video Persalinan Istrinya selama 23 Jam demi View
Selasa, 24 Februari 2026 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut data dari platform Xingtu, Paul mengenakan biaya yang cukup besar untuk video pendek, khususnya 250.000 yuan (Rp609 juta) untuk klip berdurasi antara satu hingga 20 detik, 278.000 yuan (Rp677 juta) untuk video antara 21 hingga 60 detik, dan 298.000 yuan (Rp726 juta) untuk video yang melebihi 60 detik. Jumlah pasti yang dia peroleh dari iklan popok yang menampilkan pasangannya tidak jelas.
Meskipun video tersebut telah dihapus, insiden ini telah memicu perdebatan yang lebih luas di China mengenai etika penggunaan krisis medis yang sangat pribadi untuk traffic dan keuntungan daring. Banyak orang di China menuduhnya mengeksploitasi situasi pribadi pasangannya demi traffic dan penayangan daring.
"Istrinya menderita robekan perineum parah dan pendarahan hebat, dan nyawanya dalam bahaya, tetapi dia masih merekam, bahkan menyisipkan iklan. Melarangnya terasa terlalu lunak," kecam seorang pengguna media sosial.
Komentar kecaman lain berbunyi, "Rasa hormat sejati bukanlah tentang mengekspos momen-momen paling rentan, menyakitkan, dan berbahaya kepada seluruh internet. Seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya akan panik, bukan merekam untuk mendapatkan penonton."
"Jika itu adalah film dokumenter atau karya edukatif yang asli, itu akan berbeda. Tetapi saat istrinya diselamatkan, dia sibuk membaca naskah iklan di depan kamera. Itu bukan membuat konten, itu pemasaran yang tidak tahu malu," imbuh komentar pengguna media sosial lainnya.
Meskipun video tersebut telah dihapus, insiden ini telah memicu perdebatan yang lebih luas di China mengenai etika penggunaan krisis medis yang sangat pribadi untuk traffic dan keuntungan daring. Banyak orang di China menuduhnya mengeksploitasi situasi pribadi pasangannya demi traffic dan penayangan daring.
"Istrinya menderita robekan perineum parah dan pendarahan hebat, dan nyawanya dalam bahaya, tetapi dia masih merekam, bahkan menyisipkan iklan. Melarangnya terasa terlalu lunak," kecam seorang pengguna media sosial.
Komentar kecaman lain berbunyi, "Rasa hormat sejati bukanlah tentang mengekspos momen-momen paling rentan, menyakitkan, dan berbahaya kepada seluruh internet. Seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya akan panik, bukan merekam untuk mendapatkan penonton."
"Jika itu adalah film dokumenter atau karya edukatif yang asli, itu akan berbeda. Tetapi saat istrinya diselamatkan, dia sibuk membaca naskah iklan di depan kamera. Itu bukan membuat konten, itu pemasaran yang tidak tahu malu," imbuh komentar pengguna media sosial lainnya.
(mas)
Lihat Juga :