Influencer China Dihujat karena Unggah Video Persalinan Istrinya selama 23 Jam demi View

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:11 WIB
loading...
Influencer China Dihujat...
Influencer China dihujat para pengguna media sosial setelah unggah video persalinan istrinya selama 23 jam demi mendapatkan banyak view dan iklan. Foto/163.com
A A A
BEIJING - Seorang influencer China, yang dikenal sebagai "Paul in USA", dihujat ramai-ramai oleh pengguna media sosial setelah mengunggah video persalinan istrinya selama 23 jam demi mendapatkan banyak penonton atau view.

Dia dianggap melakukan tindakan eksploitatif dan "pemasaran yang tidak tahu malu."

Lahir pada tahun 1990, influencer ini adalah lulusan Universitas Columbia. Mantan manajer produk Microsoft yang berbasis di Seattle ini telah mengumpulkan lebih dari 12,2 juta pengikut di Douyin.

Baca Juga: Pria Misterius Hancurkan 12 ATM di Kuala Lumpur, tapi Tak Diambil Uangnya

Menurut laporan South China Morning Post, Selasa (24/2/2026), video tersebut mendokumentasikan seluruh proses persalinan istrinya, termasuk tubuh istrinya yang terbuka dan keadaan darurat medis yang parah di mana sang istri menderita robekan perineum tingkat ketiga dan kehilangan 3.344 ml darah karena pendarahan pascapersalinan.

Untungnya, baik ibu maupun bayi perempuannya dinyatakan selamat setelah operasi darurat dan transfusi darah.

Kemarahan Pengguna Media Sosial


Namun, keputusan Paul memicu kecaman luas, dengan banyak pengguna media sosial menyebut tindakannya tidak peka dan eksploitatif.

Kemarahan publik meningkat karena video tersebut juga menyertakan iklan popok berbayar. Paul dilaporkan membacakan naskah promosi di depan kamera saat istrinya menjalani transfusi darah darurat.

Pada 10 Februari, istrinya mengeluarkan pernyataan yang membela rekaman video tersebut, mengeklaim bahwa mereka bermaksud untuk "mendokumentasikan secara otentik" proses tersebut dan membantu orang lain memahami ketidakpastian dan risiko persalinan.

"Niat kami adalah untuk mendokumentasikan proses persalinan secara otentik. Kami tidak mengantisipasi komplikasi selama pengambilan gambar, tetapi tetap merasa penting untuk membagikan rekaman tersebut. Beberapa orang mengatakan kepada kami bahwa itu membantu mereka lebih memahami risiko dan ketidakpastian persalinan: tidak setiap persalinan berjalan lancar; beberapa sangat berbahaya," katanya.

Setelah mendapat kecaman, akun Paul diblokir dari Weibo dan Douyin pada 11 Februari karena melanggar kebijakan platform terkait privasi dan etika komersial.

Menurut data dari platform Xingtu, Paul mengenakan biaya yang cukup besar untuk video pendek, khususnya 250.000 yuan (Rp609 juta) untuk klip berdurasi antara satu hingga 20 detik, 278.000 yuan (Rp677 juta) untuk video antara 21 hingga 60 detik, dan 298.000 yuan (Rp726 juta) untuk video yang melebihi 60 detik. Jumlah pasti yang dia peroleh dari iklan popok yang menampilkan pasangannya tidak jelas.

Meskipun video tersebut telah dihapus, insiden ini telah memicu perdebatan yang lebih luas di China mengenai etika penggunaan krisis medis yang sangat pribadi untuk traffic dan keuntungan daring. Banyak orang di China menuduhnya mengeksploitasi situasi pribadi pasangannya demi traffic dan penayangan daring.

"Istrinya menderita robekan perineum parah dan pendarahan hebat, dan nyawanya dalam bahaya, tetapi dia masih merekam, bahkan menyisipkan iklan. Melarangnya terasa terlalu lunak," kecam seorang pengguna media sosial.

Komentar kecaman lain berbunyi, "Rasa hormat sejati bukanlah tentang mengekspos momen-momen paling rentan, menyakitkan, dan berbahaya kepada seluruh internet. Seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya akan panik, bukan merekam untuk mendapatkan penonton."

"Jika itu adalah film dokumenter atau karya edukatif yang asli, itu akan berbeda. Tetapi saat istrinya diselamatkan, dia sibuk membaca naskah iklan di depan kamera. Itu bukan membuat konten, itu pemasaran yang tidak tahu malu," imbuh komentar pengguna media sosial lainnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
7 Tips Konten Review...
7 Tips Konten Review Produk agar Viral dan Dilirik Brand ala Dannisa Utami
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Praktik AS Ciptakan...
Praktik AS Ciptakan Musuh demi Tambah Anggaran Militer Dikecam China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved