Pakistan Bombardir Afghanistan di Tengah Ramadan, Puluhan Orang Tewas dan Luka

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:55 WIB
loading...
Pakistan Bombardir Afghanistan...
Pakistan membombardir Afghanistan di tengah Ramadan dengan klaim menargetkan kelompok militan. Puluhan orang tewas dan terluka. Foto/X @TOLONewsEnglish
A A A
KABUL - Pakistan mengumumkan pada hari Minggu (22/2/2026) bahwa pasukannya telah melancarkan beberapa serangan udara di Afghanistan dengan klaim menargetkan kelompok militan. Pemerintah di Kabul mengatakan pengeboman di tengah Ramadan ini telah menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka, termasuk anak-anak.

Serangan udara semalam merupakan yang paling luas sejak bentrokan perbatasan pecah pada Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak dan melukai ratusan orang.

Baca Juga: Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan Tewaskan 31 Orang saat Salat Jumat

Islamabad mengatakan pihaknya menyerang tujuh lokasi di sepanjang wilayah perbatasan yang menargetkan kelompok militan yang berbasis di Afghanistan setelah insiden bom bunuh diri baru-baru ini di Pakistan.

Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan mengatakan militer menargetkan Taliban Pakistan dan sekutunya, serta afiliasi kelompok Islamic State—yang lebih dikenal sebagai ISIS.

Afghanistan mengatakan serangan itu menghantam provinsi Nangarhar dan Paktika, mengakibatkan puluhan orang meninggal dan terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Para jenderal Pakistan mencoba menutupi kelemahan keamanan negara mereka melalui kejahatan semacam ini,” tulis juru bicara pemerintah Afghanistan Zabihullah Mujahid di X.

Seorang jurnalis AFP di distrik Bihsud, Nangarhar, melihat orang-orang menggunakan buldoser untuk mencari korban di bawah reruntuhan bangunan setelah serangan udara tersebut.

Sebanyak 12 anak dan remaja termasuk di antara 17 orang yang tewas ketika sebuah rumah menjadi sasaran di Bihsud, kata seorang sumber keamanan Afghanistan kepada AFP dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Kedua negara telah terlibat dalam perselisihan yang semakin sengit sejak otoritas Taliban merebut kembali kendali Afghanistan pada tahun 2021.

Hubungan antara kedua negara Islam ini telah memburuk tajam dengan bentrokan perbatasan yang mematikan sejak Oktober.

Pakistan mengatakan hari ini bahwa meskipun telah berulang kali didesak oleh Islamabad, otoritas Taliban gagal bertindak terhadap kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk melakukan serangan di Pakistan.

Serangan udara Pakistan ini diklaim sebagai respons atas ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua minggu lalu dan beberapa serangan bom bunuh diri lainnya yang lebih baru di barat laut Pakistan, termasuk satu serangan kemarin.

Kelompok ISIS telah mengeklaim bertanggung jawab atas pengeboman masjid tersebut, yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 160 orang dalam serangan paling mematikan di Islamabad sejak 2008.

Kekerasan perbatasan Oktober berakhir dengan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar dan Turki, tetapi beberapa putaran pembicaraan selanjutnya di Doha dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Masalah keamanan adalah inti dari konflik tersebut, dengan Islamabad berulang kali menuduh Kabul melindungi kelompok militan, khususnya Taliban Pakistan, yang melancarkan serangan. Pemerintah Afghanistan membantah tuduhan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved