Negara-negara Arab Marah usai Dubes AS Dukung Ide Israel Raya dari Nil hingga Eufrat

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:27 WIB
loading...
A A A
“Pernyataan seperti ini—ekstremis dan tanpa dasar yang kuat—hanya akan mengobarkan sentimen dan membangkitkan emosi keagamaan dan nasional pada saat negara-negara berkumpul dalam kerangka Dewan Perdamaian untuk mengeksplorasi cara-cara menerapkan perjanjian perdamaian Gaza,” imbuh Gamal Roshdy, juru bicara Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (22/2/2026).

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang terdiri dari 57 negara mayoritas Muslim, mengeluarkan pernyataan serupa. Mereka memperingatkan bahwa pernyataan Huckabee "berbahaya dan tidak bertanggung jawab". "Itu memicu retorika ideologis ekstremis dan mendorong Israel untuk memaksakan aneksasi wilayah Palestina," kata organisasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan pernyataan Huckabee yang “absurd dan provokatif” melanggar norma diplomatik dan Piagam PBB. Mesir menggambarkan pernyataan tersebut sebagai “penyimpangan yang mencolok” dari hukum internasional dan prinsip-prinsip PBB.

Arab Saudi, Kuwait, Oman, UEA, Lebanon, Turki, Pakistan, Indonesia, dan Otoritas Palestina juga mengutuk utusan AS tersebut karena merusak perdamaian dan keamanan internasional.

Israel mempertahankan kendali militer atas sebagian Tepi Barat dan Gaza, serta Lebanon selatan dan Suriah barat daya. Awal bulan ini, kabinet keamanan Israel menyetujui rencana untuk menetapkan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai “milik negara” untuk pertama kalinya sejak Perang Enam Hari tahun 1967. Negara-negara Muslim mengecam langkah tersebut dan menyerukan komunitas internasional untuk mengambil “langkah-langkah yang jelas dan tegas” terhadap Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved