UEA Kritik Keras Wahhabi, Seteru dengan Arab Saudi Semakin Dalam
Kamis, 19 Februari 2026 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini juga menandakan bahwa ketegangan antara Riyadh dan Abu Dhabi tidak lagi terbatas pada perselisihan kebijakan, tetapi semakin menyentuh identitas dan ideologi.
Menurut laporan The New Arab, pernyataan tersebut juga menyoroti perbedaan doktrin, karena sebagian besar di UEA mengikuti mazhab Maliki dalam hukum Sunni, bukan tradisi Wahhabi berbasis Hanbali seperti di Arab Saudi.
Uni Emirat Arab juga mempromosikan model Islam yang dikelola secara terpusat dan relatif pluralistik di bawah Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf.
Arab Saudi adalah tempat kelahiran Islam dan rumah bagi Makkah dan Madinah, dan Wahhabisme secara historis telah memberikan legitimasi keagamaan yang mendasari negara Arab Saudi sejak aliansi abad ke-18 antara ulama Mohammed bin Abdul Wahhab dan keluarga penguasa Al-Saud.
Meskipun Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah berupaya mengurangi kekuatan politik lembaga keagamaan dan mempromosikan identitas Saudi yang lebih nasionalis dan sekuler, doktrin tersebut tetap secara simbolis terikat pada fondasi kerajaan.
Pernyataan Abdulla juga muncul di tengah meningkatnya konfrontasi media, setelah media yang terkait dengan Saudi, Independent Arabia, menerbitkan kartun pada hari Senin yang menggambarkan sosok Emirat menghindari panah yang diberi label dengan isu-isu regional yang kontroversial, termasuk Yaman, Somalia, dan Aljazair, dalam eskalasi yang tampak jelas.
Menurut laporan The New Arab, pernyataan tersebut juga menyoroti perbedaan doktrin, karena sebagian besar di UEA mengikuti mazhab Maliki dalam hukum Sunni, bukan tradisi Wahhabi berbasis Hanbali seperti di Arab Saudi.
Uni Emirat Arab juga mempromosikan model Islam yang dikelola secara terpusat dan relatif pluralistik di bawah Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf.
Arab Saudi adalah tempat kelahiran Islam dan rumah bagi Makkah dan Madinah, dan Wahhabisme secara historis telah memberikan legitimasi keagamaan yang mendasari negara Arab Saudi sejak aliansi abad ke-18 antara ulama Mohammed bin Abdul Wahhab dan keluarga penguasa Al-Saud.
Meskipun Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah berupaya mengurangi kekuatan politik lembaga keagamaan dan mempromosikan identitas Saudi yang lebih nasionalis dan sekuler, doktrin tersebut tetap secara simbolis terikat pada fondasi kerajaan.
Pernyataan Abdulla juga muncul di tengah meningkatnya konfrontasi media, setelah media yang terkait dengan Saudi, Independent Arabia, menerbitkan kartun pada hari Senin yang menggambarkan sosok Emirat menghindari panah yang diberi label dengan isu-isu regional yang kontroversial, termasuk Yaman, Somalia, dan Aljazair, dalam eskalasi yang tampak jelas.
Lihat Juga :