AS-Iran di Ambang Perang, Rusia dan China Gabung Latihan Perang Teheran
Kamis, 19 Februari 2026 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
“Tujuannya adalah untuk memperkuat keamanan maritim dan memperdalam hubungan antara Angkatan Laut kedua negara,” katanya.
Sementara itu, sumber-sumber pemerintah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan perang dengan Iran semakin dekat. Mereka mengatakan kepada Axios bahwa sebuah operasi militer dapat berlangsung selama beberapa minggu dan mempunyai dampak yang kuat di wilayah tersebut.
Sebelum perundingan, Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One: “Saya rasa mereka tidak menginginkan konsekuensi jika tidak membuat kesepakatan.”
Seorang penasihat Trump mengatakan kepada Axios: "Bos sudah muak. Beberapa orang di sekitarnya memperingatkan dia agar tidak berperang dengan Iran, tapi saya pikir ada 90 persen kemungkinan kita melihat tindakan kinetik dalam beberapa minggu ke depan."
Pada Januari lalu, pemerintahan Trump mengancam akan mengambil tindakan militer baru terhadap Iran atas program nuklirnya dan menuntut Teheran membuat kesepakatan dengan Washington.
Tuntutan itu muncul setelah perang 12 hari Israel dengan Iran pada Juni 2025, di mana AS ikut campur dengan mengebom tiga situs nuklir negara Islam tersebut.
Baru-baru ini, Trump mengatakan “armada besar” sedang dalam perjalanan ke Iran dan mendesak rezim Ayatollah Ali Khamenei untuk menghentikan pembunuhan ribuan pengunjuk rasa.
Sementara itu, sumber-sumber pemerintah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan perang dengan Iran semakin dekat. Mereka mengatakan kepada Axios bahwa sebuah operasi militer dapat berlangsung selama beberapa minggu dan mempunyai dampak yang kuat di wilayah tersebut.
Sebelum perundingan, Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One: “Saya rasa mereka tidak menginginkan konsekuensi jika tidak membuat kesepakatan.”
Seorang penasihat Trump mengatakan kepada Axios: "Bos sudah muak. Beberapa orang di sekitarnya memperingatkan dia agar tidak berperang dengan Iran, tapi saya pikir ada 90 persen kemungkinan kita melihat tindakan kinetik dalam beberapa minggu ke depan."
Pada Januari lalu, pemerintahan Trump mengancam akan mengambil tindakan militer baru terhadap Iran atas program nuklirnya dan menuntut Teheran membuat kesepakatan dengan Washington.
Tuntutan itu muncul setelah perang 12 hari Israel dengan Iran pada Juni 2025, di mana AS ikut campur dengan mengebom tiga situs nuklir negara Islam tersebut.
Baru-baru ini, Trump mengatakan “armada besar” sedang dalam perjalanan ke Iran dan mendesak rezim Ayatollah Ali Khamenei untuk menghentikan pembunuhan ribuan pengunjuk rasa.
Lihat Juga :