10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Selasa, 17 Februari 2026 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Pembaruan ini tidak sepenuhnya diterima secara global hingga tahun-tahun berikutnya, tetapi tujuannya jelas: melestarikan bahasa negara dan menjaga konsistensi di seluruh peta dan dokumen resmi di seluruh dunia.
Sejak awal, ini telah menjadi nama yang diakui negara tersebut di lembaga-lembaga global. Meskipun beberapa media masih menggunakan “Timor Timur” untuk kemudahan, Timor-Leste tetap menjadi sebutan internasional resmi.
Namun, beberapa negara dan kelompok lebih memilih “Burma” untuk menandakan penentangan terhadap pemerintah. Penamaan ini tetap menjadi salah satu dari sedikit penamaan yang terus mencerminkan sikap politik daripada sekadar letak geografis.
Nama resmi negara tetap tidak berubah. Pergeseran ini lebih merupakan preferensi branding dan komunikasi daripada penggantian nama internasional secara formal.
Usulan telah diajukan untuk mengganti nama entitas seperti "Bank of Ceylon," sementara "Ceylon Tea" tetap menjadi merek dagang yang diakui secara global. Upaya-upaya ini mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung.
7. Timor-Leste Merangkul Identitasnya
Setelah bertahun-tahun bergabung dengan Indonesia, Timor Timur merdeka pada tahun 2002 dan secara resmi mengadopsi nama Timor-Leste, yang berarti “Timor Timur” dalam bahasa Portugis.Sejak awal, ini telah menjadi nama yang diakui negara tersebut di lembaga-lembaga global. Meskipun beberapa media masih menggunakan “Timor Timur” untuk kemudahan, Timor-Leste tetap menjadi sebutan internasional resmi.
8. Perbedaan Nama antara Burma dan Myanmar Tetap Diperdebatkan
Meskipun Myanmar menggantikan “Burma” pada tahun 1989, perdebatan tentang penggunaannya terus berlanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan internasional “Myanmar” menjadi lebih konsisten, terutama dalam konteks formal.Namun, beberapa negara dan kelompok lebih memilih “Burma” untuk menandakan penentangan terhadap pemerintah. Penamaan ini tetap menjadi salah satu dari sedikit penamaan yang terus mencerminkan sikap politik daripada sekadar letak geografis.
9. Kazakhstan Menyederhanakan Penamaan Negaranya dalam Bahasa Inggris
Kazakhstan belum secara resmi mengubah nama negaranya, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, lembaga pemerintah dan badan pariwisata semakin sering menggunakan "Kazakhstan" tanpa awalan formal "Republik" dalam materi berbahasa Inggris.Nama resmi negara tetap tidak berubah. Pergeseran ini lebih merupakan preferensi branding dan komunikasi daripada penggantian nama internasional secara formal.
10. Sri Lanka Meninjau Kembali Nama-Nama Lembaga Era Kolonial
Meskipun Sri Lanka mengganti "Ceylon" sebagai nama negaranya pada tahun 1972, diskusi dalam beberapa tahun terakhir telah berfokus pada apakah lembaga-lembaga yang masih terkait dengan negara harus meninggalkan nama-nama era kolonial.Usulan telah diajukan untuk mengganti nama entitas seperti "Bank of Ceylon," sementara "Ceylon Tea" tetap menjadi merek dagang yang diakui secara global. Upaya-upaya ini mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung.
(ahm)
Lihat Juga :