Pejabat Zionis Israel Waswas Mesir dan Turki Ikut-ikutan Kembangkan Senjata Nuklir
Selasa, 17 Februari 2026 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu juga menunjukkan video buram sebuah drone, tetapi menghindari memberikan detail operasional, yang tetap dirahasiakan.
Latihan tersebut berlangsung ketika Teheran dan Washington bersiap untuk putaran perundingan baru di Jenewa pada hari Selasa, yang dimediasi oleh Oman. Hal ini juga terjadi pada saat pengerahan militer AS yang besar di wilayah tersebut.
Dua negara yang telah lama bermusuhan tersebut melanjutkan negosiasi pada 6 Februari di Oman, yang pertama sejak diplomasi runtuh Juni lalu ketika Israel memicu perang 12 hari dengan serangan mendadak terhadap Iran, yang sempat diikuti Amerika Serikat dengan menyerang fasilitas nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump telah menekan Iran untuk mencapai kesepakatan, terutama dengan pengerahan pasukan Angkatan Laut AS baru-baru ini ke wilayah tersebut yang dia gambarkan sebagai "armada besar".
Setelah mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengawal ke Teluk pada bulan Januari, Trump mengatakan pada hari Jumat pekan lalu bahwa kapal induk super kedua, USS Gerald R. Ford, akan berangkat segera ke Timur Tengah.
Pada hari Senin, pejabat Angkatan Laut IRGC Mohammad Akbarzadeh memperingatkan, "Semua kapal asing di wilayah tersebut berada di bawah pengawasan intelijen penuh dan dalam jangkauan kekuatan pertahanan kami."
"Angkatan bersenjata sepenuhnya siap, memantau pergerakan musuh dan tidak pernah mengabaikan ancaman," paparnya, yang dilansir IRNA.
Latihan tersebut berlangsung ketika Teheran dan Washington bersiap untuk putaran perundingan baru di Jenewa pada hari Selasa, yang dimediasi oleh Oman. Hal ini juga terjadi pada saat pengerahan militer AS yang besar di wilayah tersebut.
Dua negara yang telah lama bermusuhan tersebut melanjutkan negosiasi pada 6 Februari di Oman, yang pertama sejak diplomasi runtuh Juni lalu ketika Israel memicu perang 12 hari dengan serangan mendadak terhadap Iran, yang sempat diikuti Amerika Serikat dengan menyerang fasilitas nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump telah menekan Iran untuk mencapai kesepakatan, terutama dengan pengerahan pasukan Angkatan Laut AS baru-baru ini ke wilayah tersebut yang dia gambarkan sebagai "armada besar".
Setelah mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengawal ke Teluk pada bulan Januari, Trump mengatakan pada hari Jumat pekan lalu bahwa kapal induk super kedua, USS Gerald R. Ford, akan berangkat segera ke Timur Tengah.
Pada hari Senin, pejabat Angkatan Laut IRGC Mohammad Akbarzadeh memperingatkan, "Semua kapal asing di wilayah tersebut berada di bawah pengawasan intelijen penuh dan dalam jangkauan kekuatan pertahanan kami."
"Angkatan bersenjata sepenuhnya siap, memantau pergerakan musuh dan tidak pernah mengabaikan ancaman," paparnya, yang dilansir IRNA.
(mas)
Lihat Juga :