4 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Dunia, dari Mheibes hingga Nyekar
Senin, 16 Februari 2026 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 4 Shio Paling Beruntung di Tahun Kuda Api
Mirip dengan ritual mandi Hindu dan Buddha, kebiasaan ini diketahui telah dilakukan sejak zaman kuno di Jawa dan sejak itu telah diasimilasi ke dalam tradisi Islam.
Permainan dimulai dengan satu tim menyembunyikan cincin di tangan salah satu anggotanya. Tim lawan kemudian menunjuk seorang pemain yang bertugas untuk mencari tahu siapa yang memegang cincin dengan membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Ia hanya memiliki satu kesempatan untuk menebak siapa yang memegang cincin tersebut.
Biasanya dimainkan di lingkungan sekitar, ada juga turnamen nasional dengan aturan khusus yang mengatur cara permainan dimainkan, termasuk durasi setiap putaran dan poin yang dibutuhkan untuk menang.
Meskipun sebagian besar dimainkan oleh pria di tempat umum, wanita juga ikut serta dalam mheibes ketika Permainan ini dimainkan secara privat. Lagu-lagu rakyat tradisional juga dinyanyikan selama permainan, menumbuhkan rasa kebersamaan.
3. Padusan di Indonesia
Berarti "mandi" dalam dialek Jawa, Padusan adalah tradisi Indonesia lainnya di mana umat Muslim pergi ke mata air dan danau alami untuk "membersihkan" diri mereka secara fisik dan spiritual sebelum dimulainya Ramadan. Ritual komunal ini dimaksudkan untuk mendorong introspeksi diri menjelang bulan puasa.Mirip dengan ritual mandi Hindu dan Buddha, kebiasaan ini diketahui telah dilakukan sejak zaman kuno di Jawa dan sejak itu telah diasimilasi ke dalam tradisi Islam.
4. Mheibes di Irak
Populer di Irak, mheibes adalah permainan kuno yang diyakini telah dimainkan sejak Kekhalifahan Abbasiyah lebih dari seribu tahun yang lalu. Permainan ini secara tradisional dimainkan selama Ramadan setelah berbuka puasa, dan biasanya melibatkan dua tim.Permainan dimulai dengan satu tim menyembunyikan cincin di tangan salah satu anggotanya. Tim lawan kemudian menunjuk seorang pemain yang bertugas untuk mencari tahu siapa yang memegang cincin dengan membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Ia hanya memiliki satu kesempatan untuk menebak siapa yang memegang cincin tersebut.
Biasanya dimainkan di lingkungan sekitar, ada juga turnamen nasional dengan aturan khusus yang mengatur cara permainan dimainkan, termasuk durasi setiap putaran dan poin yang dibutuhkan untuk menang.
Meskipun sebagian besar dimainkan oleh pria di tempat umum, wanita juga ikut serta dalam mheibes ketika Permainan ini dimainkan secara privat. Lagu-lagu rakyat tradisional juga dinyanyikan selama permainan, menumbuhkan rasa kebersamaan.
(ahm)
Lihat Juga :