Apa Itu Patung Baal yang Dibakar dalam Peringatan Revolusi Iran? Ada Simbol Bintang Daud di Jidatnya
Minggu, 15 Februari 2026 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
Apa Itu Baal?
Baal adalah dewa Kanaan dan dipuja oleh penduduk Levant selama akhir Zaman Perunggu di Asia Barat. Sebagian besar orang Yahudi modern dapat menelusuri warisan mereka ke orang Kanaan.
Dewa Baal berubah menjadi dewa palsu dengan meluasnya adopsi monoteisme dan ejekan sastra terhadap Baal-Zebub/Beelzebub. Tulisan sastra Kristen, seperti Paradise Lost karya John Milton, memperkuat Baal sebagai dewa Setan.
Beberapa cendekiawan berpendapat bahwa ada bukti arkeologis tentang pengorbanan anak kepada Baal selama akhir Zaman Perunggu. Jadi pembakaran patung Baal digunakan sebagai referensi simbolis kepada Jeffrey Epstein dan elite AS dan Zionis, yang telah dituduh melakukan pelecehan anak dalam berkas Epstein yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS—yang kemudian dikenal sebagai Epstein Files.
Spekulasi daring dalam beberapa minggu terakhir telah menghidupkan kembali tuduhan yang belum terverifikasi yang menghubungkan Epstein dengan dewa-dewa kuno seperti Baal atau Moloch, tokoh-tokoh yang dalam beberapa tradisi dikaitkan dengan pengorbanan anak.
Para pemeriksa fakta dan media arus utama sebelumnya telah melaporkan bahwa banyak klaim tersebut berasal dari salah tafsir dokumen keuangan atau dari teori konspirasi internet yang sudah lama ada, termasuk tuduhan tentang "kuil" di pulau pribadi Epstein yang menurut media AS dirancang sebagai paviliun musik.
Baal, sebuah gelar yang berarti "tuan" dalam bahasa Semit kuno, disembah oleh orang-orang Kanaan di Timur Dekat kuno dan digambarkan dalam teks-teks Yahudi, Kristen, dan Islam sebagai dewa palsu. Beberapa cendekiawan mengatakan bahwa bukti arkeologis tentang praktik pengorbanan anak di beberapa bagian Levant kuno terbatas, meskipun interpretasi masih diperdebatkan.
Lihat Juga :