5 Negara NATO: Rusia Habisi Musuh Putin, Alexey Navalny, dengan Racun Katak Ganas

Minggu, 15 Februari 2026 - 05:47 WIB
loading...
A A A
Epibatidin ditemukan secara alami pada katak panah dan juga dapat diproduksi di laboratorium, sesuatu yang dicurigai oleh para ilmuwan Eropa sebagai penyebab dugaan keracunan Navalny.

Racun tersebut bekerja dengan menyebabkan sesak napas, kejang, dan detak jantung melambat, serta dapat membunuh seketika.

Kelima negara itu mengatakan Rusia perlu dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran berulang terhadap Konvensi Senjata Kimia.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper telah bertemu dengan janda Navalny, Yulia Navalnaya, di Konferensi Keamanan Munich. Dia mengatakan temuan baru tersebut menyoroti rencana biadab Kremlin untuk membungkam suara Navalny.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menulis di X bahwa dugaan keracunan tersebut menunjukkan Vladimir Putin siap menggunakan senjata biologis terhadap rakyatnya sendiri untuk tetap berkuasa.

Pemerintah Rusia telah berulang kali membantah keterlibatannya dalam kematian Navalny. Pihak berwenang mengatakan dia jatuh sakit setelah berjalan-jalan dan meninggal karena sebab alami.

“Setelah ada hasil tes—setelah ada formula untuk zat-zat tersebut—akan ada komentar. Tanpa ini, semua pembicaraan dan pernyataan hanyalah kebocoran informasi yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari masalah mendesak Barat,” kata Zakharova.

Tidak jelas bagaimana sampel dari tubuh Navalny diperoleh atau di mana sampel tersebut dinilai. Cooper mengatakan kepada wartawan, “Para ilmuwan Inggris bekerja sama dengan mitra Eropa kami untuk mencari kebenaran tentang kematian Navalny."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved