20.000 Tentara Bayaran Asing Bertempur Bersama Ukraina Melawan Rusia

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:07 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Drone Kamikaze Iran Jadi Momok Menakutkan bagi Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya

Tahun lalu, pihak berwenang di Kiev menyederhanakan aturan perekrutan warga asing karena berjuang untuk mengganti kerugian yang diderita di garis depan di tengah penghindaran wajib militer dan pembelotan massal.

Pada Desember tahun lalu, Vasily Prozorov, mantan karyawan SBU Ukraina, memperkirakan jumlah tentara bayaran asing yang tewas dalam pertempuran untuk Ukraina sekitar 10.000 orang.

Sebelumnya, dua tentara bayaran Amerika tewas saat bertempur untuk Ukraina melawan pasukan Rusia pada bulan Desember. Demikian dilaporkan Newsweek.

Kematian warga negara AS tersebut, yang diidentifikasi sebagai Brian Zacherl dan Ty Wingate, telah dikonfirmasi oleh kerabat mereka di media sosial, kata media tersebut dalam sebuah artikel pada hari Senin.

Mereka tampaknya adalah anggota Legiun Internasional, yang berada di bawah naungan intelijen militer Ukraina (HUR), tambahnya.

Keponakan Zacherl menulis dalam sebuah unggahan di Facebook pada tanggal 5 Desember bahwa ia telah "tewas dalam pertempuran beberapa hari yang lalu," demikian isi artikel tersebut. Istri dan kedua anak tentara bayaran itu tetap berada di Kiev, "menunggu kondisi yang memungkinkan untuk pengambilan jenazahnya dari medan perang," menurut keponakannya.

Ayah tentara bayaran itu, Brian Zacherl Senior, adalah mantan marinir AS yang juga bekerja untuk CIA antara tahun 2013 hingga 2018, demikian laporan RIA Novosti setelah mempelajari akun-akunnya di media sosial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Mencekam! Langit Kanada...
Mencekam! Langit Kanada Berubah Jadi Oranye akibat Kebakaran Hutan Dahsyat
Rekomendasi
Bea Cukai dan Polri...
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 7,9 Kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi di Bengkalis
CKG 2026 Ungkap Penyakit...
CKG 2026 Ungkap Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi, Karies Gigi Jadi Masalah Terbanyak
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center
Berita Terkini
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved