Komandan Skuadron Yunani Ditangkap karena Bocorkan Rencana Rahasia NATO kepada China
Jum'at, 13 Februari 2026 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Flessas diyakini telah direkrut oleh seseorang yang pertama kali menghubunginya melalui profil LinkedIn-nya, menurut laporan media Yunani; Realnews. Keduanya bertemu di sela-sela konferensi NATO di Eropa dan Flessas kemudian diberi sebuah perangkat yang dapat digunakannya untuk memotret, mengenkripsi, dan mengirimkan informasi sensitif kepada kontak-kontaknya di Beijing.
Menurut laporan tersebut, dia ditawari uang tunai per pesan dalam mata uang asing, termasuk pembayaran digital hingga USD17.500. Di pengadilan, Flessas mengakui tuduhan tersebut, tetapi mengatakan bahwa dia dipaksa melakukan spionase selama perjalanan pribadi ke China pada tahun 2024.
“Tanpa disadari dan tanpa niat, saya terlibat dalam sesuatu yang berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi mimpi buruk, berbahaya, dan ilegal," kata Flessas dalam pernyataan yang disampaikan melalui pengacaranya, sebagaimana dikutip Newsweek, Jumat (13/2/2026).
Di LinkedIn, Flessas menggambarkan tiga dekade pengalaman yang kaya sebagai perwira di Angkatan Udara Yunani dan minatnya dalam mengeksplorasi dampak keamanan siber pada sektor industri, infrastruktur kritis, telekomunikasi, keuangan, penerbangan, dan maritim.
Flessas memimpin Skuadron Pelatihan Telekomunikasi dan Elektronik ke-128 pada saat penangkapannya, yang terjadi sebelum dia mengirimkan paket besar data rahasia NATO.
Media Yunani lainnya, ERT, melaporkan bahwa dinas intelijen juga sedang mencari seorang wanita yang mungkin merupakan penanggung jawab senior dalam jaringan mata-mata tersebut. Individu tersebut dilaporkan adalah seorang warga sipil.
Sekadar diketahui, badan intelijen Norwegia pada 2024 telah memperingatkan bahwa China mengoperasikan jaringan mata-mata canggih di seluruh Eropa, dibantu oleh aktor sipil China seperti diplomat, delegasi perjalanan, individu swasta, bisnis, dan kelompok kepentingan khusus.
Menurut laporan tersebut, dia ditawari uang tunai per pesan dalam mata uang asing, termasuk pembayaran digital hingga USD17.500. Di pengadilan, Flessas mengakui tuduhan tersebut, tetapi mengatakan bahwa dia dipaksa melakukan spionase selama perjalanan pribadi ke China pada tahun 2024.
“Tanpa disadari dan tanpa niat, saya terlibat dalam sesuatu yang berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi mimpi buruk, berbahaya, dan ilegal," kata Flessas dalam pernyataan yang disampaikan melalui pengacaranya, sebagaimana dikutip Newsweek, Jumat (13/2/2026).
Di LinkedIn, Flessas menggambarkan tiga dekade pengalaman yang kaya sebagai perwira di Angkatan Udara Yunani dan minatnya dalam mengeksplorasi dampak keamanan siber pada sektor industri, infrastruktur kritis, telekomunikasi, keuangan, penerbangan, dan maritim.
Flessas memimpin Skuadron Pelatihan Telekomunikasi dan Elektronik ke-128 pada saat penangkapannya, yang terjadi sebelum dia mengirimkan paket besar data rahasia NATO.
Media Yunani lainnya, ERT, melaporkan bahwa dinas intelijen juga sedang mencari seorang wanita yang mungkin merupakan penanggung jawab senior dalam jaringan mata-mata tersebut. Individu tersebut dilaporkan adalah seorang warga sipil.
Sekadar diketahui, badan intelijen Norwegia pada 2024 telah memperingatkan bahwa China mengoperasikan jaringan mata-mata canggih di seluruh Eropa, dibantu oleh aktor sipil China seperti diplomat, delegasi perjalanan, individu swasta, bisnis, dan kelompok kepentingan khusus.
Lihat Juga :