Bagaimana Masa Depan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza?

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Meskipun ambiguitas ini mungkin berguna secara operasional, hal itu kurang jelas bagi negara-negara penyumbang pasukan dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat penilaian tentang kelayakan operasional misi tersebut. Israel belum mampu mengalahkan dan melucuti senjata Hamas dan faksi bersenjata lainnya meskipun telah menggunakan kekuatan yang luar biasa selama dua tahun.

Tidak ada skenario realistis di mana ISF akan berhasil di mana Israel gagal. Dengan demikian, sikap penegakan perdamaian kemungkinan besar tidak efektif tetapi akan menimbulkan korban jiwa di antara negara-negara penyumbang pasukan dan penduduk sipil.

"Hal ini menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi calon penyumbang pasukan. Penting untuk mengklarifikasi dalam keadaan apa ISF akan menggunakan kekuatan. Sebagian besar calon penyumbang pasukan akan merasa nyaman menggunakan kekuatan untuk melindungi warga sipil dan untuk membela diri, tetapi tidak untuk melucuti senjata Hamas dan faksi lainnya secara paksa," ujar Cedric de Coning dan Erik Skare.

Baca Juga: 6 Fakta Pasukan Stabilisasi Gaza, dari Pelucutan Senjata Hamas hingga Tanggung Jawab Keamanan

3. Siapa yang Kirim Pasukan?

Kekhawatiran penting lainnya adalah siapa yang berwenang untuk membuat dan mengubah aturan yang mengatur penggunaan kekuatan Pasukan Keamanan Irak (ISF) dalam parameter yang disetujui oleh Dewan Keamanan.

Menurut Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, wewenang tersebut berada di tangan Dewan Perdamaian, tetapi belum ada cukup informasi yang tersedia tentang bagaimana Dewan akan membuat keputusan tersebut untuk memungkinkan negara-negara penyumbang pasukan potensial untuk mempercayakan Dewan dalam membuat keputusan yang tidak memihak mengenai bagaimana tentara mereka harus menggunakan kekuatan.

"Negara-negara penyumbang pasukan potensial yang juga merupakan anggota Dewan, dan yang dengan demikian akan memiliki suara dalam proses tersebut, kemungkinan akan lebih percaya pada Dewan daripada mereka yang bukan anggota. Bahkan, kemungkinan besar negara yang bukan anggota Dewan tidak akan mempertimbangkan untuk menyumbangkan pasukan ke ISF," jelas Cedric de Coning dan Erik Skare.

4. Rakyat Palestina Menentang Pelucutan Senjata

Baik Hamas maupun PIJ—dua faksi bersenjata terbesar di Gaza—telah secara eksplisit menyatakan bahwa pihak mana pun yang mencoba melucuti senjata mereka dengan kekerasan akan berubah dari pihak netral menjadi pihak yang berperang. Hamas dan faksi-faksi bersenjata lainnya menolak pelucutan senjata sepihak terhadap gerakan tersebut yang terlepas dari penarikan Israel dari Jalur Gaza dalam jangka pendek, dan pembentukan negara Palestina dalam jangka panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved