Bagaimana Masa Depan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza?

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
"Hal ini, sampai batas tertentu, sejalan dengan sentimen populer Palestina (Oktober 2025), karena 69% warga Palestina menentang pelucutan senjata Hamas (78% Tepi Barat, 55% Gaza) dan tetap terpecah pendapat mengenai rencana perdamaian itu sendiri (47% mendukung vs. 49% menentang), dengan perbedaan regional yang mencolok (59% Gaza vs. 39% Tepi Barat mendukung)," jelas Cedric de Coning dan Erik Skare.

Pada dasarnya, sementara Hamas akan menolak ISF jika mandatnya melampaui prinsip-prinsip perdamaian seperti persetujuan, ketidakberpihakan, dan penggunaan kekuatan minimum, ISF tidak berguna bagi Israel kecuali jika dapat menegakkan demiliterisasi Jalur Gaza. Jika tidak bisa, maka Israel lebih memilih situasi di mana mereka dapat menggunakan kekuatan di Jalur Gaza tanpa terhalang oleh kehadiran pasukan internasional.

Opini publik Israel (November 2025) kurang terpecah mengenai ISF, dengan 62% mendukung pengerahan pasukan internasional untuk menstabilkan keamanan (52% lebih memilih pasukan AS saja atau pasukan Barat saja), sementara 26% bersikeras keamanan harus tetap berada di bawah kendali militer Israel secara eksklusif.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved