Betapa Kerasnya Sanksi AS Menyengsarakan Rakyat Iran?

Jum'at, 06 Februari 2026 - 19:02 WIB
loading...
Betapa Kerasnya Sanksi...
Krisis ekonomi memicu unjuk rasa di Iran. Foto/prizrenpost.com
A A A
TEHERAN - Gelombang sanksi Amerika Serikat yang tak berkesudahan yang diberlakukan sejak Donald Trump meninggalkan kesepakatan nuklir pada Mei 2018 telah menghancurkan ekonomi Iran dan membuat rakyat Iran jauh lebih miskin. Situasi ini turut memicu gejolak protes terbesar di negara itu.

Inflasi terus-menerus berada di atas 30 persen – dan pada interval di atas 60 persen – dalam beberapa tahun terakhir, dengan mata uang nasional terus jatuh bebas.

Setiap dolar AS bernilai kurang dari 40.000 rial sebelum Trump menggagalkan kesepakatan tersebut, tetapi saat ini nilainya sekitar 1,5 juta rial per dolar.

Semua sektor ekonomi Iran terpengaruh oleh sanksi, karena Iran telah terputus dari sistem pembayaran internasional dan sanksi sekunder AS mengancam siapa pun atau entitas mana pun yang memilih untuk berinteraksi dengan Iran.

Bahkan impor obat-obatan dan peralatan medis pun tidak luput. AS justru memperketat sanksinya ketika Iran mengalami pandemi COVID-19 paling mematikan di Timur Tengah.

Warga Iran dilarang mengakses sebagian besar layanan internasional, termasuk perangkat lunak dan platform cloud, layanan web seperti bisnis pendidikan dan pembelajaran daring, layanan pekerjaan lepas, dan bahkan platform game.

Baca juga: Iran Luncurkan Rudal Khorramshahr-4, Peringatkan Perang akan Landa Kawasan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Iran Ancam Serang Fasilitas...
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Negara-Negara Arab, jika..
Rekomendasi
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Supercar Lamborghini...
Supercar Lamborghini Revuelto Impavido Terinspirasi dari Samurai
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved