17 Pria Dites DNA atas Pemerkosaan Wanita hingga Hamil, tapi DNA Ayahnya yang Cocok
Jum'at, 06 Februari 2026 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Selama lima hari, mereka melakukan sesi terapi menggunakan gambar dan teknik komunikasi boneka jari untuk membantu korban mengungkapkan pengalamannya. Proses yang melelahkan ini memungkinkannya untuk mengajukan pengaduan dan mengidentifikasi para pelaku.
Selama sesi-sesi ini, wanita itu berulang kali menyebutkan nama-nama individu tertentu.
Berdasarkan informasi yang diberikannya, polisi menangkap dua orang, yaitu pria kedua dan remaja laki-laki 17 tahun. Mereka juga mengambil sampel DNA dan darah dari 17 terduga pelaku, termasuk sang ayah, dan mencocokkannya dengan data genetik dari janin untuk menetapkan identitas pelaku pemerkosaan.
Pada 27 Januari, laporan tersebut mengungkapkan hanya satu kecocokan positif—yakni ayah wanita tersebut.
Menurut polisi, pemerkosaan terjadi antara bulan Maret dan 21 September tahun lalu. Kasus didaftarkan di kantor polisi pada hari berikutnya, yaitu 22 September.
Selama sesi-sesi ini, wanita itu berulang kali menyebutkan nama-nama individu tertentu.
Berdasarkan informasi yang diberikannya, polisi menangkap dua orang, yaitu pria kedua dan remaja laki-laki 17 tahun. Mereka juga mengambil sampel DNA dan darah dari 17 terduga pelaku, termasuk sang ayah, dan mencocokkannya dengan data genetik dari janin untuk menetapkan identitas pelaku pemerkosaan.
Pada 27 Januari, laporan tersebut mengungkapkan hanya satu kecocokan positif—yakni ayah wanita tersebut.
Menurut polisi, pemerkosaan terjadi antara bulan Maret dan 21 September tahun lalu. Kasus didaftarkan di kantor polisi pada hari berikutnya, yaitu 22 September.
(mas)
Lihat Juga :