Xi Jinping Telepon Trump: AS Harus Hati-hati dalam Memasok Senjata ke Taiwan!

Kamis, 05 Februari 2026 - 13:23 WIB
loading...
Xi Jinping Telepon Trump:...
Presiden China Xi Jinping memperingatkan Presiden AS Donald Trump untuk berhati-hati dalam memasok senjata ke Taiwan. Foto/Pak Alerts
A A A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping menyebut Taiwan sebagai isu terpenting dalam hubungan China dan Amerika Serikat (AS) selama percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu.

Xi Jinping kemudian memberi tahu Trump untuk "berhati-hati" dalam memasok senjata ke pulau itu, menurut laporan media pemerintah China, Xinhua, Kamis (5/2/2026). Laporan tersebut menambahkan bahwa Xi Jinping sangat mementingkan hubungan dengan Washington dan berharap kedua belah pihak akan menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan mereka.

Trump sendiri menyebut percakapan telepon itu "sangat baik" serta "panjang dan menyeluruh".

Baca Juga: Rusia Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan untuk China atas Taiwan

Percakapan telepon pada hari Rabu tersebut menyusul serangkaian kunjungan para pemimpin Barat, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, ke China dalam beberapa bulan terakhir, dengan harapan dapat memperbaiki hubungan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Trump dijadwalkan mengunjungi China pada April mendatang, sebuah perjalanan yang menurutnya "sangat dinantikan".

Dia menambahkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan untuk membeli 20 juta ton kedelai AS, naik dari 12 juta ton saat ini.

"Hubungan dengan China, dan hubungan pribadi saya dengan Presiden Xi, sangat baik, dan kami berdua menyadari betapa pentingnya untuk menjaganya tetap seperti itu," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Kedua pemimpin terakhir kali berbicara melalui telepon pada bulan November tentang berbagai isu termasuk perdagangan, invasi Rusia ke Ukraina, fentanyl, dan Taiwan, menurut Trump dan Kementerian Luar Negeri China.

Selain Taiwan dan kedelai, Trump dan Xi juga membahas perang Rusia di Ukraina, situasi terkini di Iran, dan pembelian minyak dan gas China dari AS dalam percakapan telepon tersebut.

Mengenai Taiwan, Xi Jinping mengatakan bahwa pulau yang berpemerintahan sendiri itu adalah wilayah China. "Beijing harus melindungi kedaulatan dan integritas teritorial [Taiwan]," katanya.

"Amerika Serikat harus menangani masalah penjualan senjata ke Taiwan dengan bijaksana," kata Xi kepada Trump, menurut laporan Xinhua.

China telah lama berjanji untuk bersatu kembali dengan Taiwan dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk melakukannya.

AS memiliki hubungan formal dengan Beijing, bukan Taiwan, dan telah menempuh jalan diplomatik yang sulit selama beberapa dekade. Namun, AS tetap menjadi sekutu kuat Taiwan dan merupakan pemasok senjata terbesar pulau itu.

Pada bulan Desember, pemerintahan Trump mengumumkan penjualan senjata besar-besaran senilai sekitar USD11 miliar ke Taiwan, yang mencakup peluncur roket canggih, howitzer swa-gerak, dan berbagai rudal.

Beijing mengatakan pada saat itu: "Upaya untuk mendukung kemerdekaan [Taiwan] ini hanya akan mempercepat dorongan menuju situasi berbahaya dan kekerasan di Selat Taiwan."

"Sama seperti Amerika Serikat memiliki kekhawatiran, China pun demikian," imbuh Xi Jinping kepada Trump dalam percakapan telepon pada hari Rabu.

"Jika kedua pihak bekerja ke arah yang sama dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, kita pasti dapat menemukan cara untuk mengatasi kekhawatiran masing-masing," katanya.

Beberapa jam sebelum panggilan teleponnya dengan Trump, Xi Jinping mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana keduanya memuji penguatan hubungan antara Beijing dan Moskow.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved