NATO Tingkatkan Kehadiran Militer di Sekitar Greenland, Apa Misi Sebenarnya?

Kamis, 05 Februari 2026 - 07:01 WIB
loading...
NATO Tingkatkan Kehadiran...
NATO memutuskan akan meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Greenland setelah Presiden AS Donald Trump berupaya mencaplok pulau tersebut. Foto/Lance. Cpl. Christian Salazar/US Marine Corps
A A A
BRUSSELS - NATO atau Organisasi Pakta Atlantik Utara sedang bersiap untuk meningkatkan kehadiran militer mereka di Arktik di sekitar Greenland. Demikian diumumkan juru bicara blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut, Martin O’Donnell.

Langkah aliansi ini dilaporkan sebagai respons terhadap upaya Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok wilayah otonom Denmark tersebut, yang menurut Trump terancam oleh Rusia dan China.

Rusia tetap berpendapat bahwa mereka tidak memiliki kepentingan dalam perselisihan mengenai Greenland, tetapi menekankan bahwa mereka akan mempertahankan kepentingannya di Arktik yang lebih luas.

Baca Juga: Kemampuan NATO untuk Melawan Rusia Runtuh Gara-gara Trump

“Pekerjaan perencanaan sedang berlangsung untuk peningkatan aktivitas NATO dengan nama ‘Arctic Sentry’,” kata O’Donnell. Menurutnya, pasukan aliansi akan melakukan latihan perang di kawasan tersebut.

"Latihan ini akan lebih memperkuat postur NATO di Arktik dan Kutub Utara,” katanya, tanpa merinci jumlah tentara aliansi yang akan dikerahkan.

Mengutip laporan Der Spiegel, Kamis (5/2/2026), ide misi tersebut muncul sebagai cara untuk menenangkan Trump setelah klaimnya bahwa Rusia dan China dapat merebut pulau terbesar di dunia itu.

Baik Moskow maupun Beijing telah menolak tuduhan tersebut, di mana China berpendapat bahwa AS hanya menggunakan klaim semacam itu sebagai dalih untuk peningkatan kekuatan militer di Arktik.

Para pejabat Uni Eropa juga menolak klaim Trump. Pekan lalu, komisioner transportasi Uni Eropa Apostolos Tzitzikostas mencatat bahwa tidak ada bukti bahwa "musuh asing" menargetkan Greenland.

Rusia sudah memiliki akses luas ke wilayah tersebut, karena memiliki lebih dari setengah garis pantai Arktik global. Rusia juga mengoperasikan armada kapal pemecah es terbesar di dunia untuk mendukung pembangunan regional dan menjaga kelancaran pelayaran di sepanjang Jalur Laut Utara.

"Namun, pemerintah Barat kini semakin bergantung pada sanksi tidak sah yang bertujuan untuk menghambat pengembangan Arktik Rusia,” kata pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia Vladislav Maslennikov.

"Dan lebih menyukai penggunaan kekuatan untuk mengamankan kepentingan mereka," ujarnya.

"Rusia akan terus dengan tegas mempertahankan posisinya di kawasan itu, dan akan membalas setiap upaya untuk menggantikan kepentingan nasionalnya di Arktik, terutama dalam hal keamanan,” imbuhnya kepada RIA.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved