Perusahaan Pertahanan Israel Raup Untung Besar dari 2 Tahun Perang Gaza
Rabu, 04 Februari 2026 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa hari sebelumnya, surat kabar tersebut menulis bahwa Google telah melanggar kebijakannya sendiri yang melarang penggunaan kecerdasan buatan untuk senjata atau pengawasan pada tahun 2024 dengan membantu kontraktor militer Israel menganalisis rekaman drone. Menurut seorang mantan karyawan Google, teknologi AI Gemini Google digunakan oleh aparat pertahanan Israel pada saat yang sama perusahaan tersebut secara terbuka menjauhkan diri dari militer negara itu setelah karyawan memprotes kontrak dengan Yerusalem Barat.
Baca Juga: Meski Ditembak F-35, Mengapa Iran Klaim Misi Drone Intai Kapal Induk AS Berjalan Sukses?
Karyawan Google terlibat langsung dalam menyediakan akses ke alat AI kepada Pasukan Pertahanan Israel segera setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 terhadap Israel, yang menyebabkan pemboman dan invasi darat Israel ke Gaza, menurut media.
Lebih dari 71.000 warga Palestina telah tewas dalam invasi Pasukan Pertahanan Israel ke Gaza, menurut pejabat kesehatan setempat, dan sebagian besar penduduk wilayah tersebut telah mengungsi dari rumah mereka.
Baca Juga: Meski Ditembak F-35, Mengapa Iran Klaim Misi Drone Intai Kapal Induk AS Berjalan Sukses?
Karyawan Google terlibat langsung dalam menyediakan akses ke alat AI kepada Pasukan Pertahanan Israel segera setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 terhadap Israel, yang menyebabkan pemboman dan invasi darat Israel ke Gaza, menurut media.
Lebih dari 71.000 warga Palestina telah tewas dalam invasi Pasukan Pertahanan Israel ke Gaza, menurut pejabat kesehatan setempat, dan sebagian besar penduduk wilayah tersebut telah mengungsi dari rumah mereka.
(ahm)
Lihat Juga :