Perusahaan Pertahanan Israel Raup Untung Besar dari 2 Tahun Perang Gaza

Rabu, 04 Februari 2026 - 19:30 WIB
loading...
Perusahaan Pertahanan...
Perusahaan pertahanan Israel raup untung besar selama 2 tahun perang Gaza. Foto/X
A A A
GAZA - Para eksekutif perusahaan rintisan Israel mengklaim bahwa permintaan asing untuk membeli senjata dan sistem terkait mereka meningkat tajam. Seperti dilaporkan Washington Post, serangan Israel terhadap Gaza dan Lebanon, serta serangan terhadap kelompok Hizbullah, dilaporkan telah memicu permintaan asing untuk senjata dan teknologi lain yang digunakan oleh pasukan Israel.

Menurut Startup Nation Central, perusahaan rintisan Israel mencatatkan investasi sebesar USD15,6 miliar pada tahun 2025, naik dari USD12 miliar pada tahun 2024, dan para ahli industri memperkirakan tren ini akan berlanjut.

Lonjakan permintaan akan teknologi militer Israel ini kontras dengan posisi banyak pemerintah Eropa, yang telah mengutuk perilaku Israel di Gaza dan dalam beberapa kasus mengambil langkah untuk menangguhkan atau membatasi ekspor senjata ke Israel karena kekhawatiran bahwa senjata tersebut dapat digunakan untuk melanggar hukum humaniter internasional. Di antara negara-negara yang telah melarang atau membatasi penjualan senjata adalah Inggris, Italia, Spanyol, Kanada, Belgia, dan Belanda.

“Ada pemerintah yang secara terbuka menunjukkan kepedulian palsu tentang Gaza, untuk menenangkan masyarakat sekaligus mengirimkan pimpinan pertahanan mereka untuk berbicara dengan perusahaan-perusahaan Israel guna melindungi wilayah yang sama,” kata Aaron Kaplowitz, pendiri 1948 Ventures, sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Miami yang berinvestasi dalam teknologi militer Israel, dilansir Washington Post.



Beberapa hari sebelumnya, surat kabar tersebut menulis bahwa Google telah melanggar kebijakannya sendiri yang melarang penggunaan kecerdasan buatan untuk senjata atau pengawasan pada tahun 2024 dengan membantu kontraktor militer Israel menganalisis rekaman drone. Menurut seorang mantan karyawan Google, teknologi AI Gemini Google digunakan oleh aparat pertahanan Israel pada saat yang sama perusahaan tersebut secara terbuka menjauhkan diri dari militer negara itu setelah karyawan memprotes kontrak dengan Yerusalem Barat.

Baca Juga: Meski Ditembak F-35, Mengapa Iran Klaim Misi Drone Intai Kapal Induk AS Berjalan Sukses?

Karyawan Google terlibat langsung dalam menyediakan akses ke alat AI kepada Pasukan Pertahanan Israel segera setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 terhadap Israel, yang menyebabkan pemboman dan invasi darat Israel ke Gaza, menurut media.

Lebih dari 71.000 warga Palestina telah tewas dalam invasi Pasukan Pertahanan Israel ke Gaza, menurut pejabat kesehatan setempat, dan sebagian besar penduduk wilayah tersebut telah mengungsi dari rumah mereka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved