Pentagon Berencana Kerahkan Ratusan Ribu Drone Kamikaze di Medan Perang

Rabu, 04 Februari 2026 - 13:25 WIB
loading...
Pentagon Berencana Kerahkan...
Ukraina meluncurkan drone kamikaze dalam perang melawan Rusia. Foto/kyiv24
A A A
WASHINGTON - Departemen Perang Amerika Serikat mengatakan telah mengundang 25 perusahaan, termasuk dua perusahaan Ukraina, untuk bersaing dalam Fase I Program Dominasi Drone. Program ini bertujuan untuk dengan cepat mengerahkan sejumlah besar drone serang satu arah berbiaya rendah.

Menurut Pentagon, program ini dirancang untuk membangun persenjataan "ratusan ribu" drone bersenjata pada tahun 2027. Uji terbang awal akan dimulai pada bulan Februari dan kontrak prototipe senilai sekitar USD150 juta akan segera menyusul.

"Kami membeli apa yang berhasil—cepat, dalam skala besar, dan tanpa penundaan birokrasi," ungkap Menteri Perang Pete Hegseth dalam memo yang dikutip departemen tersebut.

Pengumuman ini menggarisbawahi dorongan Amerika Serikat untuk mengejar ketertinggalan dalam peperangan drone di tengah keterlambatannya di belakang Rusia. Langkah ini mengungkap kesenjangan antara perencanaan Pentagon dan realitas sebenarnya dari pertempuran modern.

Operasi militer khusus Rusia telah mengungkapkan metode baru dalam melancarkan perang. Pertempuran drone telah terbukti menjadi salah satu yang paling berdampak dan hemat biaya di medan perang, menghancurkan peralatan militer yang mahal dengan beberapa serangan presisi tinggi.

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mengusulkan pembentukan cabang drone baru dalam angkatan daratnya. Inisiatif ini merupakan bagian dari rancangan undang-undang otorisasi pertahanan tahun fiskal 2025 yang disiapkan Komite Angkatan Bersenjata DPR.

Upaya ini bertujuan memprofesionalkan bidang ini dan menyelaraskannya dengan disiplin ilmu militer lainnya.

Tidak Ada Lagi Kabut Perang


Operasi khusus Rusia sebagian besar telah mengubah pendekatan pertempuran antara tentara modern. Perang manuver tinggi, yang taktik dan strateginya dibentuk selama Perang Dunia II, memberi jalan pada penggunaan artileri besar-besaran yang lebih mirip dengan yang terlihat di Perang Dunia I. Lawan tidak lagi maju dengan divisi dan korps, tetapi beroperasi dalam kelompok kecil.

Alasan utama di balik perubahan ini adalah penggunaan besar-besaran drone komersial murah di kedua sisi, yang sepenuhnya meniadakan gagasan "kabut perang".

Karena adanya "pesawat pengintai" yang terus-menerus berterbangan di udara, hampir tidak mungkin untuk secara diam-diam menggerakkan pasukan besar di garis depan dan di belakang garis depan.

Baik Rusia maupun Ukraina telah membentuk sirkuit pengintaian dan penembakan yang memungkinkan serangan presisi tinggi terhadap musuh segera setelah terdeteksi.

Baca juga: Memanas, Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk di Laut Arab
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved