Penyeberangan Rafah Dibuka Lagi dengan Interogasi, Penyiksaan, dan Keterlibatan Geng Abu Shabab

Selasa, 03 Februari 2026 - 21:30 WIB
loading...
Penyeberangan Rafah...
Hanya sebagian kecil warga Palestina yang terluka dan sakit diizinkan meninggalkan Gaza untuk mendapatkan perawatan medis, yang lainnya dipulangkan. Foto/QNN
A A A
RAFAH - Pembukaan kembali penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir dipresentasikan sebagai terobosan kemanusiaan setelah hampir dua tahun ditutup. Dalam praktiknya, hari-hari pertama operasi mengungkapkan sistem yang dikontrol ketat.

Sejumlah kontrol ketat itu ditandai dengan pengawasan Israel, pembatasan yang ketat, interogasi yang berkepanjangan, dan pelanggaran luas terhadap martabat dasar, membuat warga Palestina mempertanyakan apakah Rafah benar-benar telah dibuka kembali—atau hanya dikonfigurasi ulang sebagai instrumen kontrol lain.

Jauh Lebih Sedikit yang Menyeberang daripada yang Dijanjikan


Menurut pengaturan resmi yang diumumkan sebelum pembukaan kembali, 50 warga Palestina diharapkan kembali ke Gaza dari Mesir pada hari pertama, sementara 50 pasien dan individu yang terluka akan berangkat untuk perawatan di luar negeri. Apa yang terjadi jauh di bawah angka tersebut.

Hanya 12 warga Palestina—sembilan wanita dan tiga anak—yang diizinkan masuk ke Gaza pada Senin malam. Di sisi keberangkatan, hanya delapan pasien dan pendamping mereka yang diizinkan pergi, meskipun sebelumnya ada jaminan bahwa hingga 150 pasien akan menyeberang setiap hari.

Puluhan pengungsi yang telah disetujui untuk kembali dipulangkan dikembalikan ke Mesir tanpa penjelasan.

Kementerian Dalam Negeri Gaza kemudian mengkonfirmasi jumlah yang terbatas tersebut, mengakui proses tersebut gagal memenuhi bahkan komitmen minimum yang dibuat berdasarkan perjanjian pembukaan kembali.

Interogasi, Penahanan, dan Pemaksaan


Kesaksian dari para pengungsi yang kembali menggambarkan interogasi berjam-jam di pos pemeriksaan yang dikendalikan Israel di dalam dan sekitar perbatasan. Beberapa wanita melaporkan ditutup matanya, tangan mereka diikat, dan diinterogasi selama berjam-jam tentang afiliasi politik, anggota keluarga, dan peristiwa yang terkait dengan 7 Oktober.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved