Epstein Files: Malaysia Jadi Tambang Emas untuk Bank AS Jika Anwar Ibrahim Jadi PM

Senin, 02 Februari 2026 - 11:38 WIB
loading...
Epstein Files: Malaysia...
Nama PM Malaysia Anwar Ibrahim muncul dalam salah satu dokumen Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman AS. Foto/ Facebook Anwar Ibrahim
A A A
JAKARTA - Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat (AS) pekan lalu merilis jutaan berkas baru yang terkait dengan mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dokumen yang disebut sebagai "Epstein Files" atau "Berkas Epstein" itu memuat nama Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di dalamnya.

Jutaan berkas itu dirilis sebagai amanat dari undang-undang AS yang disahkan tahun lalu. Ada 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video yang dirilis.

Satu halaman tertentu, yang menunjukkan rangkaian email dari 22 Februari 2012 antara Epstein dan seorang individu yang identitasnya dirahasiakan oleh DOJ, menjadi berita utama di Malaysia karena menyebutkan PM Anwar Ibrahim.

Baca Juga: Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular Penyakit Menular Seksual setelah 'Gituan' dengan Gadis-gadis Rusia

Namun, email tersebut tidak ada hubungannya dengan pelanggaran seksual atau kunjungan ke pulau terkenal milik pelaku perdagangan seks tersebut. Sebaliknya, email tersebut berkaitan dengan politik, di mana orang yang identitasnya dirahasiakan tersebut membahas kemungkinan mengatur pertemuan pribadi antara orang lain bernama "Jes" dan Anwar.

Lebih lanjut, orang yang identitasnya dirahasiakan tersebut mengaku dekat dengan Anwar dan memuji Malaysia sebagai "tambang emas" bagi bank investasi AS; JP Morgan, jika Anwar menjadi PM.

Sebuah email dari tanggal 21 Februari 2012 dalam rangkaian email tersebut berbunyi: “Jika dia menjadi Perdana Menteri Malaysia, dia akan membersihkan semuanya, dan itu bisa menjadi tambang emas bagi JP Morgan.”

"Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu dekat dengannya selama bertahun-tahun, meskipun semua orang mengatakan dia sudah tamat dan tidak akan pernah kembali. Sekarang terlihat berbeda," lanjut isi email tersebut.

Menurut media AS, "Jes" diyakini merujuk pada Jes Staley, seorang bankir Amerika yang telah mengundurkan diri dari JP Morgan setelah terungkapnya hubungannya dengan Epstein.

Dalam rangkaian email tersebut, Epstein membalas individu yang identitasnya dirahasiakan dengan menanyakan apakah Anwar berencana datang ke Eropa pada bulan Maret atau April 2012. Dia menambahkan bahwa pertemuan di Malaysia pada Mei 2012 juga mungkin, tetapi akan bergantung pada kapan pemilihan umum (pemilu) di Malaysia akan berlangsung.

Dalam email lain pada 22 Februari 2012, Epstein mengatakan kepada individu yang identitasnya dirahasiakan: “Anda dapat memberi tahu dia (Anwar) bahwa Woody Allen bersama saya di Paris, dan banyak negara menawarkan uang kepadanya untuk membuat film di negara mereka. Midnight in Paris, Christine Barcelona, Bop, Rome, dll.”

Sampai saat tulisan ini dibuat, Perdana Menteri belum menanggapi dokumen yang dirilis yang menyebut namanya.

Respons PM Anwar Ibrahim


Menyadari namanya jadi berita utama di Malaysia, PM Anwar Ibrahim langsung merespons rangkaian email "Epstein Files" yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS.

Dalam unggahan media sosial, Anwar menyatakan bahwa dia baru mengetahui tentang rangkaian email dalam "Epstein Files" yang menyebut namanya tersebut, di mana pihak asing ingin mengatur pertemuan yang melibatkan dirinya.

Dia kemudian menekankan bahwa beberapa tahun setelah namanya disebut dalam email tersebut, dia tidak ada hubungannya dengan pihak mana pun dalam rangkaian email itu, terutama Epstein.

“Saya baru mengetahui hari ini bahwa pihak asing ingin bertemu dengan saya dan bahkan ‘menyebut’ nama saya dalam email yang berkaitan dengan kasus Epstein," tulis Anwar Ibrahim dengan membubuhkan emoticon tertawa di Facebook pada Minggu (1/2/2026).

“Alhamdulillah, setelah beberapa tahun, seperti yang disebutkan dalam email tersebut, saya tidak memiliki hubungan dengan pihak mana pun dalam rangkaian email tersebut, terutama Epstein. Oke, saya ingin melanjutkan wisata di Johor Bahru. #DoneExplain," lanjut unggahan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved