Di Balik Kritik Trump: Dilema Inggris Menyeimbangkan AS dan China
Senin, 02 Februari 2026 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat merupakan mitra dagang negara tunggal terbesar Inggris pada 2025, sementara China berada di peringkat keempat, menurut Department for Business and Trade.
Ketua British Chamber of Commerce in China, Chris Torrens, memuji kunjungan Sir Keir ke Beijing sebagai “berhasil". Dia mengatakan kepada BBC bahwa masuk akal bagi Inggris untuk melirik China karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang terbesarnya.
Dia menambahkan bahwa para pemimpin Barat lainnya telah atau akan segera berkunjung ke Beijing.
“AS mungkin memberikan sanksi, menegur ekonomi lain, dan mengenakan tarif pada negara-negara yang berurusan dengan China, tetapi AS sendiri sangat mungkin membuat kesepakatan dengan China. Bahkan kami memperkirakan itu akan terjadi tahun ini,” ucap Torrens kepada BBC.
Keir tiba di Shanghai pada Jumat pagi, yang menjadi pemberhentian terakhirnya di China sebelum bertolak ke Tokyo untuk bertemu mitranya dari Jepang, Sanae Takaichi, dalam jamuan makan malam kerja.
Anggota parlemen oposisi mengkritik perdana menteri atas kunjungannya ke China—yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Inggris sejak 2018—terkait risiko terhadap keamanan nasional Inggris serta rekam jejak hak asasi manusia (HAM) rezim Xi Jinping.
China telah dituduh melakukan “pelanggaran HAM serius” oleh PBB terhadap populasi Uyghur dan kelompok etnis lain yang mayoritas Muslim. Negara itu juga dikritik atas perlakuannya terhadap tokoh media pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai, yang terancam hukuman penjara seumur hidup.
Menteri Dalam Negeri Bayangan Chris Philp mengatakan Sir Keir telah “pergi ke Beijing untuk membungkuk kepada Presiden Xi” dan menuduh pemerintah menukar keamanan nasional dengan remah-remah ekonomi dari meja China.
Awal bulan ini, pemerintah Inggris juga menerima kritik serupa ketika menyetujui rencana China membangun kedutaan besar baru di pusat London. Menteri Keamanan Dan Jarvis mengatakan badan intelijen telah “terlibat secara integral” dalam proses pengambilan keputusan tersebut dan dia “yakin setiap risiko telah dikelola dengan semestinya.”
Ketua British Chamber of Commerce in China, Chris Torrens, memuji kunjungan Sir Keir ke Beijing sebagai “berhasil". Dia mengatakan kepada BBC bahwa masuk akal bagi Inggris untuk melirik China karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang terbesarnya.
Dia menambahkan bahwa para pemimpin Barat lainnya telah atau akan segera berkunjung ke Beijing.
Tuduhan Pelanggaran HAM
“AS mungkin memberikan sanksi, menegur ekonomi lain, dan mengenakan tarif pada negara-negara yang berurusan dengan China, tetapi AS sendiri sangat mungkin membuat kesepakatan dengan China. Bahkan kami memperkirakan itu akan terjadi tahun ini,” ucap Torrens kepada BBC.
Keir tiba di Shanghai pada Jumat pagi, yang menjadi pemberhentian terakhirnya di China sebelum bertolak ke Tokyo untuk bertemu mitranya dari Jepang, Sanae Takaichi, dalam jamuan makan malam kerja.
Anggota parlemen oposisi mengkritik perdana menteri atas kunjungannya ke China—yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Inggris sejak 2018—terkait risiko terhadap keamanan nasional Inggris serta rekam jejak hak asasi manusia (HAM) rezim Xi Jinping.
China telah dituduh melakukan “pelanggaran HAM serius” oleh PBB terhadap populasi Uyghur dan kelompok etnis lain yang mayoritas Muslim. Negara itu juga dikritik atas perlakuannya terhadap tokoh media pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai, yang terancam hukuman penjara seumur hidup.
Menteri Dalam Negeri Bayangan Chris Philp mengatakan Sir Keir telah “pergi ke Beijing untuk membungkuk kepada Presiden Xi” dan menuduh pemerintah menukar keamanan nasional dengan remah-remah ekonomi dari meja China.
Awal bulan ini, pemerintah Inggris juga menerima kritik serupa ketika menyetujui rencana China membangun kedutaan besar baru di pusat London. Menteri Keamanan Dan Jarvis mengatakan badan intelijen telah “terlibat secara integral” dalam proses pengambilan keputusan tersebut dan dia “yakin setiap risiko telah dikelola dengan semestinya.”
(mas)
Lihat Juga :