Di Balik Kritik Trump: Dilema Inggris Menyeimbangkan AS dan China
Senin, 02 Februari 2026 - 10:49 WIB
loading...
Presiden China Xi Jinping (kanan) menyambut kunjungan PM Inggris Sir Keir Starmer. Kunjungan Starmer ke China membuat Presiden AS Donald Trump marah. Foto/Xinhua via China Daily
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa melakukan bisnis dengan China adalah hal yang “sangat berbahaya” bagi Inggris. Pernyataan disampaikan Trump bertepatan dengan kedatangan Perdana Menteri Keir Starmer di Shanghai pada hari ketiga kunjungannya ke negara tersebut beberapa hari lalu.
Mengutip dari BBC, Senin (2/2/2026), Trump bereaksi terhadap sejumlah kesepakatan yang bertujuan meningkatkan bisnis dan investasi antara Inggris dan China, yang diumumkan setelah Sir Keir bertemu Presiden China Xi Jinping.
Baca Juga: Trump Marah Kanada dan Inggris Makin Dekat dengan China
Berbicara pada pemutaran perdana sebuah film dokumenter tentang istrinya, Melania Trump, pada Kamis lalu, Trump menyebut Xi sebagai “teman” dan mengatakan bahwa dia mengenal presiden China itu “sangat baik.”
Menteri Bisnis Inggris Chris Bryant mengatakan Trump “keliru” dan menyebut akan “sangat konyol, sejujurnya, jika Inggris mengabaikan kehadiran China di panggung dunia”.
“Tentu saja, kami menjalin hubungan dengan China dengan mata terbuka lebar,” ujarnya.
Bryant juga menekankan bahwa Trump sendiri dijadwalkan berkunjung ke China pada April.
Menanggapi pernyataan Trump, Downing Street menyatakan bahwa Washington telah mengetahui rencana perjalanan tersebut beserta tujuannya sejak awal.
Saat tiba di pemutaran perdana film "Melania" pada Kamis, Trump ditanya oleh seorang wartawan: “Apa pendapat Anda tentang Inggris yang menjalin bisnis dengan China?”
Baca Juga: Terungkap, Jenderal Top China Diselidiki karena Bocorkan Rahasia Senjata Nuklir kepada AS
Di luar komentar singkat itu, Trump tidak memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai keterlibatan Inggris dengan China, dan justru beralih membahas Kanada dengan peringatan serupa tentang Beijing.
Dia mengatakan hal itu “bahkan lebih berbahaya, menurut saya, bagi Kanada”.
“Kanada tidak sedang berada dalam kondisi baik. Mereka sangat buruk keadaannya, dan Anda tidak bisa melihat China sebagai jawabannya,” imbuh dia.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan ekonomi dengan China yang dicapai dalam kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke Beijing baru-baru ini.
Komentar tersebut muncul setelah Sir Keir mengatakan bahwa hubungan Inggris dengan China berada dalam “posisi yang baik dan kuat” usai pembicaraannya dengan Xi di Great Hall of the People pada Kamis lalu.
Sir Keir pada Jumat menyebut bahwa “pertemuan yang sangat baik” dengan Xi telah memberikan “tingkat keterlibatan yang memang kami harapkan”.
“Kami terlibat secara hangat dan benar-benar membuat sejumlah kemajuan, karena Inggris memiliki banyak hal untuk ditawarkan,” katanya kepada pertemuan Forum Bisnis Inggris–China di Bank of China di Beijing.
Sejauh ini, sejumlah hasil telah muncul dari kunjungan Sir Keir, termasuk kesepakatan bebas visa, penurunan tarif wiski, serta investasi senilai £10,9 miliar oleh AstraZeneca untuk membangun fasilitas manufaktur di China.
Kesepakatan lain yang bertujuan menangani kejahatan terorganisir dan imigrasi ilegal akan membuat Inggris dan China berbagi intelijen guna mengidentifikasi rute pasokan para penyelundup manusia. Pemerintah Inggris mengatakan bahwa perahu karet yang digunakan dalam penyeberangan perahu kecil sering kali mengandung komponen yang bersumber dari China.
Kesepakatan tambahan mencakup kerja sama untuk mengurangi hambatan birokrasi bagi eksportir Inggris serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan kesehatan seperti resistensi antimikroba.
Amerika Serikat merupakan mitra dagang negara tunggal terbesar Inggris pada 2025, sementara China berada di peringkat keempat, menurut Department for Business and Trade.
Ketua British Chamber of Commerce in China, Chris Torrens, memuji kunjungan Sir Keir ke Beijing sebagai “berhasil". Dia mengatakan kepada BBC bahwa masuk akal bagi Inggris untuk melirik China karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang terbesarnya.
Dia menambahkan bahwa para pemimpin Barat lainnya telah atau akan segera berkunjung ke Beijing.
“AS mungkin memberikan sanksi, menegur ekonomi lain, dan mengenakan tarif pada negara-negara yang berurusan dengan China, tetapi AS sendiri sangat mungkin membuat kesepakatan dengan China. Bahkan kami memperkirakan itu akan terjadi tahun ini,” ucap Torrens kepada BBC.
Keir tiba di Shanghai pada Jumat pagi, yang menjadi pemberhentian terakhirnya di China sebelum bertolak ke Tokyo untuk bertemu mitranya dari Jepang, Sanae Takaichi, dalam jamuan makan malam kerja.
Anggota parlemen oposisi mengkritik perdana menteri atas kunjungannya ke China—yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Inggris sejak 2018—terkait risiko terhadap keamanan nasional Inggris serta rekam jejak hak asasi manusia (HAM) rezim Xi Jinping.
China telah dituduh melakukan “pelanggaran HAM serius” oleh PBB terhadap populasi Uyghur dan kelompok etnis lain yang mayoritas Muslim. Negara itu juga dikritik atas perlakuannya terhadap tokoh media pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai, yang terancam hukuman penjara seumur hidup.
Menteri Dalam Negeri Bayangan Chris Philp mengatakan Sir Keir telah “pergi ke Beijing untuk membungkuk kepada Presiden Xi” dan menuduh pemerintah menukar keamanan nasional dengan remah-remah ekonomi dari meja China.
Awal bulan ini, pemerintah Inggris juga menerima kritik serupa ketika menyetujui rencana China membangun kedutaan besar baru di pusat London. Menteri Keamanan Dan Jarvis mengatakan badan intelijen telah “terlibat secara integral” dalam proses pengambilan keputusan tersebut dan dia “yakin setiap risiko telah dikelola dengan semestinya.”
Mengutip dari BBC, Senin (2/2/2026), Trump bereaksi terhadap sejumlah kesepakatan yang bertujuan meningkatkan bisnis dan investasi antara Inggris dan China, yang diumumkan setelah Sir Keir bertemu Presiden China Xi Jinping.
Baca Juga: Trump Marah Kanada dan Inggris Makin Dekat dengan China
Berbicara pada pemutaran perdana sebuah film dokumenter tentang istrinya, Melania Trump, pada Kamis lalu, Trump menyebut Xi sebagai “teman” dan mengatakan bahwa dia mengenal presiden China itu “sangat baik.”
Menteri Bisnis Inggris Chris Bryant mengatakan Trump “keliru” dan menyebut akan “sangat konyol, sejujurnya, jika Inggris mengabaikan kehadiran China di panggung dunia”.
“Tentu saja, kami menjalin hubungan dengan China dengan mata terbuka lebar,” ujarnya.
Bryant juga menekankan bahwa Trump sendiri dijadwalkan berkunjung ke China pada April.
Menanggapi pernyataan Trump, Downing Street menyatakan bahwa Washington telah mengetahui rencana perjalanan tersebut beserta tujuannya sejak awal.
Saat tiba di pemutaran perdana film "Melania" pada Kamis, Trump ditanya oleh seorang wartawan: “Apa pendapat Anda tentang Inggris yang menjalin bisnis dengan China?”
Baca Juga: Terungkap, Jenderal Top China Diselidiki karena Bocorkan Rahasia Senjata Nuklir kepada AS
Di luar komentar singkat itu, Trump tidak memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai keterlibatan Inggris dengan China, dan justru beralih membahas Kanada dengan peringatan serupa tentang Beijing.
Dia mengatakan hal itu “bahkan lebih berbahaya, menurut saya, bagi Kanada”.
“Kanada tidak sedang berada dalam kondisi baik. Mereka sangat buruk keadaannya, dan Anda tidak bisa melihat China sebagai jawabannya,” imbuh dia.
Ancaman Tarif Trump
Sebelumnya, pada pekan lalu, Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan ekonomi dengan China yang dicapai dalam kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke Beijing baru-baru ini.
Komentar tersebut muncul setelah Sir Keir mengatakan bahwa hubungan Inggris dengan China berada dalam “posisi yang baik dan kuat” usai pembicaraannya dengan Xi di Great Hall of the People pada Kamis lalu.
Sir Keir pada Jumat menyebut bahwa “pertemuan yang sangat baik” dengan Xi telah memberikan “tingkat keterlibatan yang memang kami harapkan”.
“Kami terlibat secara hangat dan benar-benar membuat sejumlah kemajuan, karena Inggris memiliki banyak hal untuk ditawarkan,” katanya kepada pertemuan Forum Bisnis Inggris–China di Bank of China di Beijing.
Kesepakatan Inggris-China
Sejauh ini, sejumlah hasil telah muncul dari kunjungan Sir Keir, termasuk kesepakatan bebas visa, penurunan tarif wiski, serta investasi senilai £10,9 miliar oleh AstraZeneca untuk membangun fasilitas manufaktur di China.
Kesepakatan lain yang bertujuan menangani kejahatan terorganisir dan imigrasi ilegal akan membuat Inggris dan China berbagi intelijen guna mengidentifikasi rute pasokan para penyelundup manusia. Pemerintah Inggris mengatakan bahwa perahu karet yang digunakan dalam penyeberangan perahu kecil sering kali mengandung komponen yang bersumber dari China.
Kesepakatan tambahan mencakup kerja sama untuk mengurangi hambatan birokrasi bagi eksportir Inggris serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan kesehatan seperti resistensi antimikroba.
Amerika Serikat merupakan mitra dagang negara tunggal terbesar Inggris pada 2025, sementara China berada di peringkat keempat, menurut Department for Business and Trade.
Ketua British Chamber of Commerce in China, Chris Torrens, memuji kunjungan Sir Keir ke Beijing sebagai “berhasil". Dia mengatakan kepada BBC bahwa masuk akal bagi Inggris untuk melirik China karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang terbesarnya.
Dia menambahkan bahwa para pemimpin Barat lainnya telah atau akan segera berkunjung ke Beijing.
Tuduhan Pelanggaran HAM
“AS mungkin memberikan sanksi, menegur ekonomi lain, dan mengenakan tarif pada negara-negara yang berurusan dengan China, tetapi AS sendiri sangat mungkin membuat kesepakatan dengan China. Bahkan kami memperkirakan itu akan terjadi tahun ini,” ucap Torrens kepada BBC.
Keir tiba di Shanghai pada Jumat pagi, yang menjadi pemberhentian terakhirnya di China sebelum bertolak ke Tokyo untuk bertemu mitranya dari Jepang, Sanae Takaichi, dalam jamuan makan malam kerja.
Anggota parlemen oposisi mengkritik perdana menteri atas kunjungannya ke China—yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Inggris sejak 2018—terkait risiko terhadap keamanan nasional Inggris serta rekam jejak hak asasi manusia (HAM) rezim Xi Jinping.
China telah dituduh melakukan “pelanggaran HAM serius” oleh PBB terhadap populasi Uyghur dan kelompok etnis lain yang mayoritas Muslim. Negara itu juga dikritik atas perlakuannya terhadap tokoh media pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai, yang terancam hukuman penjara seumur hidup.
Menteri Dalam Negeri Bayangan Chris Philp mengatakan Sir Keir telah “pergi ke Beijing untuk membungkuk kepada Presiden Xi” dan menuduh pemerintah menukar keamanan nasional dengan remah-remah ekonomi dari meja China.
Awal bulan ini, pemerintah Inggris juga menerima kritik serupa ketika menyetujui rencana China membangun kedutaan besar baru di pusat London. Menteri Keamanan Dan Jarvis mengatakan badan intelijen telah “terlibat secara integral” dalam proses pengambilan keputusan tersebut dan dia “yakin setiap risiko telah dikelola dengan semestinya.”
(mas)
Lihat Juga :