Pria China Meninggal akibat Kerja Lembur, 8 Jam setelah Kematian Masih Diberi Tugas Kantor via Ponsel

Minggu, 01 Februari 2026 - 13:42 WIB
loading...
A A A
Meskipun undang-undang ketenagakerjaan China menetapkan bahwa karyawan tidak boleh bekerja lebih dari delapan jam sehari dan 44 jam seminggu, undang-undang tersebut tidak ditegakkan dengan baik.

Di media sosial China, banyak orang mengatakan sulit untuk menemukan pekerjaan yang memberikan dua hari libur seminggu.

Sebuah laporan tahun 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa bekerja dengan jam kerja yang panjang mengakibatkan peningkatan 42 persen kematian akibat penyakit jantung.

Biro Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial yang mengelola perusahaan Gao mengatakan mereka sedang menyelidiki kasus tersebut.

Banyak komentator online mengatakan mereka melihat diri mereka sendiri dalam diri Gao dan menyerukan reformasi budaya kerja di China.

“Sangat menyedihkan bahwa dia bekerja hingga saat-saat terakhir hidupnya. Tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan itu,” kata seorang pengguna media sosial.

“Pria yang bertanggung jawab ini akhirnya bisa beristirahat,” bunyi komentar pengguna media sosial lainnya.

Ada juga yang berkomentar: "Perusahaan yang hanya bisa untung dari karyawannya yang bekerja lembur seharusnya bangkrut saja."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Konflik Pascacerai Memanas,...
Konflik Pascacerai Memanas, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved