15 Negara yang Warganya Paling Banyak Memiliki Utang, Indonesia Peringkat Berapa?

Selasa, 03 Februari 2026 - 16:37 WIB
loading...
15 Negara yang Warganya...
Swiss dikenal sebagai negara di mana warganya suka berutang. Foto/X/@MagicalEurope
A A A
LONDON - Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini merilis data yang menunjukkan negara-negara dengan tingkat utang rumah tangga tertinggi, yang didefinisikan sebagai pinjaman dan surat utang yang diambil oleh rumah tangga, dinyatakan sebagai persentase dari PDB. Metrik ini sering digunakan sebagai barometer risiko dan kerentanan keuangan di tingkat rumah tangga.

Utang rumah tangga biasanya mencakup hipotek, pinjaman mobil, utang kartu kredit, dan pinjaman pribadi. Meskipun tingkat utang tertentu dapat merangsang pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi dan investasi, tingkat utang yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan jangka panjang, terutama ketika suku bunga naik atau selama penurunan ekonomi.

15 Negara yang Warganya Paling Banyak Memiliki Utang (% dari PDB)

1. Swiss (125,4%)

2. Australia (112,2%)

3. Kanada (100,1%)

4. Belanda (93,6%)

5. Selandia Baru (90,3%)

6. Korea Selatan (90,1%)

7. Norwegia (88,6%)

8. Hong Kong (88,0%)

9. Denmark (85,2%)

10. Swedia (82,7%)

11. Inggris Raya (76,2%)

12. Malaysia (69,5%)

13. Amerika Serikat (69,4%)

14. Jepang (65,1%)

15. Finlandia (63,3%)


Di puncak grafik terdapat Swiss, di mana utang rumah tangga mencapai 125% dari PDB. Diikuti oleh Australia (112%) dan Kanada (100%), dua negara yang dikenal dengan pasar perumahan yang terlalu panas.

Di ujung lain daftar, negara-negara seperti Brasil dan Italia menunjukkan beban utang rumah tangga yang jauh lebih rendah relatif terhadap PDB mereka, keduanya di bawah 37%.


Mengapa Utang Rumah Tangga yang Tinggi Bisa Berisiko?

Meskipun akses kredit memungkinkan konsumsi rumah tangga dan kepemilikan properti, hal itu juga menciptakan paparan terhadap guncangan ekonomi. Utang rumah tangga yang tinggi dapat membatasi pertumbuhan ekonomi ketika keluarga mengalihkan pendapatan untuk membayar utang daripada untuk pengeluaran atau tabungan. Hal ini juga meningkatkan sensitivitas terhadap kenaikan suku bunga, yang meningkatkan biaya pembayaran kembali.

Melansir Visual Capitalist, faktanya, penelitian dari Institut Leibniz untuk Penelitian Keuangan menyoroti bagaimana utang rumah tangga, ketika tidak selaras dengan pertumbuhan upah atau harga aset, dapat memicu ketidakstabilan keuangan.

Seperti yang dicatat dalam penelitian tersebut: “Dalam hal terjadi guncangan ekonomi, tingkat utang rumah tangga yang tinggi mengakibatkan pinjaman bermasalah yang melemahkan neraca bank dan menyebar ke lembaga keuangan lain melalui efek penularan. Hal ini dapat mengakibatkan sektor keuangan yang tidak stabil yang membatasi pemberian pinjaman kepada investasi yang menguntungkan dan rumah tangga yang layak. Pada akhirnya, konsumsi dan investasi rumah tangga menurun, sehingga menurunkan pertumbuhan ekonomi.”

Singkatnya, utang rumah tangga yang tinggi melampaui sekadar statistik makroekonomi, dan berpotensi memperkuat penurunan ekonomi dan mengurangi ketahanan baik di tingkat rumah tangga maupun nasional.

Sangat Dipengaruhi Properti

Distribusi utang rumah tangga juga terkait dengan tren makroekonomi yang lebih luas. Negara-negara berbahasa Inggris seperti AS, Kanada, Australia, dan Inggris menunjukkan tingkat utang yang lebih tinggi karena pasar properti yang sedang booming, dan faktor budaya yang mendukung kepemilikan rumah dan liberalisasi keuangan.

Sementara itu, di Amerika Serikat, keuangan rumah tangga sangat bervariasi antar negara bagian.

Utang rumah tangga yang tinggi tidak selalu menunjukkan masalah yang akan datang, tetapi hal itu perlu dipantau dengan cermat, terutama dalam lingkungan dengan suku bunga yang meningkat atau pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Indonesia Peringkat Berapa?

Indonesia menduduki peringkat ke-61.

61. Indonesia (16,2%)
62. Albania (12,8%)
63. Romania (10,8%)
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia
8 Negara dengan Utang...
8 Negara dengan Utang Tertinggi, Nomor 1 di Luar Perkiraan
Utang AS pada UE bisa...
Utang AS pada UE bisa Jadi Alat untuk Menekan Trump terkait Rencana Caplok Greenland
Mengapa Utang Akan Hancurkan...
Mengapa Utang Akan Hancurkan Generasi Mendatang?
Lowy Institute: Negara...
Lowy Institute: Negara Berkembang Tercekik Utang Inisiatif Sabuk dan Jalan China
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya...
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7
Rekomendasi
Tak Sekadar Hilangkan...
Tak Sekadar Hilangkan Bau Badan, Deodoran Tawas Dorong Gaya Hidup Sehat
Iskandar Zulkarnain...
Iskandar Zulkarnain Tawarkan Model Hukum Baru Hubungan Kerja Dokter-Rumah Sakit yang Adaptif
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Berita Terkini
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved