Utang AS pada UE bisa Jadi Alat untuk Menekan Trump terkait Rencana Caplok Greenland

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:45 WIB
loading...
Utang AS pada UE bisa...
Ketua faksi Renew Europe di Parlemen Eropa, Valerie Hayer. Foto/table media
A A A
BRUSSEL - Ketua faksi Renew Europe di Parlemen Eropa, Valerie Hayer, pada hari Selasa (13/1/2026) mengusulkan penggunaan utang Amerika Serikat (AS) kepada Uni Eropa (UE) sebagai alat tekanan terkait situasi di Greenland.

"Kita memiliki pengaruh atas utang nasional AS. Uni Eropa memiliki aset senilai USD1.500 miliar. Itu jumlah yang sangat besar. Amerika Serikat perlu membiayai kembali beberapa triliun dolar per tahun. Ini adalah alat yang sangat efektif yang belum kita gunakan sejauh ini, tetapi kita mungkin harus menggunakannya, dan kita tidak perlu takut akan hal itu," tegas Hayer dalam wawancara yang diterbitkan di X.

Uni Eropa juga dapat mencabut akses Amerika Serikat ke pasarnya dengan 450 juta konsumen, tambah pejabat itu.

"NATO akan berhenti eksis jika Trump menyerang Greenland," tegas Hayer.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan pentingnya strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas," termasuk dari China dan Rusia.

Otoritas Denmark dan Greenland memperingatkan AS agar tidak merebut pulau itu, dengan mencatat mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka.

Pulau itu merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada tahun 2009, dengan kemampuan mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan domestiknya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved