Pemerintah AS Kembali Mengalami Shutdown Sementara

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:18 WIB
loading...
Pemerintah AS Kembali...
Pemerintah AS kembali mengalami shutdown sementara. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Pemerintah AS memasuki penutupan sementara pada hari Sabtu setelah tidak ada undang-undang pendanaan yang disahkan. Meskipun Senat mengesahkan paket pendanaan pada hari Jumat sebelum batas waktu tengah malam, paket tersebut membutuhkan persetujuan dari DPR, yang diperkirakan tidak akan kembali ke Washington hingga hari Senin.

Para senator memberikan suara 71-29 untuk paket tersebut, yang mencakup lima RUU alokasi jangka panjang, sambil memperpanjang pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) selama dua minggu untuk memungkinkan negosiasi tentang penegakan imigrasi.

Setelah agen federal di negara bagian Minnesota menembak mati warga negara Amerika Alex Pretti — pembunuhan kedua oleh petugas penegak hukum imigrasi bulan ini — Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer mengatakan dia dan Demokrat lainnya tidak akan mendukung paket tersebut kecuali jika rancangan undang-undang alokasi anggaran yang mencakup dana untuk DHS dihapus.

Jika DPR meloloskan rancangan undang-undang tersebut pada awal minggu depan, gangguan yang terjadi diperkirakan minimal.

Minat di Washington untuk mengulangi penutupan pemerintahan yang panjang seperti yang berlangsung selama 43 hari akhir tahun lalu sangat terbatas.

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries mengatakan pada hari Jumat bahwa Demokrat akan "mengevaluasi undang-undang pengeluaran yang disahkan oleh Senat berdasarkan manfaatnya dan kemudian memutuskan bagaimana melanjutkan secara legislatif."

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved