Negara NATO: Nasib Rezim Iran Tinggal Menghitung Hari

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:24 WIB
loading...
Negara NATO: Nasib Rezim...
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebut nasib rezim Iran tinggal menghitung hari. Foto/Christoph Soeder/DPA
A A A
BERLIN - Jerman, salah satu negara NATO, menyatakan nasib rezim Ayatollah Ali Khamenei yang memerintah Iran tinggal menghitung hari. Pernyataan ini muncul ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperbarui ancaman intervensi militer terhadap Teheran, yang diklaim sebagai respons atas penindakan terhadap protes di negara Islam tersebut.

Pernyataan Jerman disampaikan oleh Kanselir Friedrich Merz dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania Ilie Bolojan pada hari Rabu.

Baca Juga: Diancam Diserang Kapal Induk AS, Iran: Kami 200% Siap Membela Diri!

“Sebuah rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan dan teror terhadap penduduknya sendiri: hari-harinya sudah dihitung,” kata Merz.

“Mungkin hanya beberapa minggu lagi, tetapi rezim ini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah negara ini,” imbuh Merz.

"Jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai ribuan selama demonstrasi baru-baru ini menunjukkan bahwa rezim ulama tampaknya hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui teror semata,” lanjut Merz, seperti dikutip dari AFP, Kamis (29/1/2026).

Salah satu kelompok hak asasi manusia—Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS—mengatakan bahwa mereka telah memverifikasi lebih dari 6.200 kematian, sebagian besar demonstran yang dibunuh oleh pasukan keamanan, dalam gelombang demonstrasi yang mengguncang kepemimpinan ulama sejak akhir Desember tetapi mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.

Para aktivis mengatakan jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, dengan pemadaman internet yang masih mempersulit upaya untuk mengonfirmasi informasi tentang skala pembunuhan tersebut.

Merz juga mendukung upaya Italia untuk meminta Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai organisasi teroris. “Saya sangat menyesal bahwa masih ada satu atau dua negara di Uni Eropa yang belum siap” untuk mendukung penetapan tersebut, kata Merz.

Pada hari yang sama, Trump mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa "armada besar" sedang mendekati Iran. "Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras," tulis Trump.

Dia mendesak Teheran untuk membuat kesepakatan tentang masa depan program nuklirnya. "Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk," lanjut Trump.

Namun, Iran menolak tunduk pada ancaman Trump. "Jika Trump menyerang lebih dulu, Iran akan memberikan respons yang tepat, bukan respons yang proporsional,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi kepada wartawan.

Gharibabadi menyatakan bahwa respons Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut, dan memperingatkan bahwa Israel juga dapat menderita kerugian.

"Iran tidak sedang bernegosiasi dengan AS, dan prioritas utamanya adalah siap 200 persen untuk membela diri,” imbuh dia.

Misi tetap Iran untuk PBB lebih eksplisit dalam respons-nya. “Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari USD7 triliun dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,” tulis misi terseut dalam sebuah unggahan di X.

“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama– TETAPI JIKA DIPAKSA, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” lanjut unggahan tersebut, meniru gaya bahasa media sosial khas Trump.

Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah minggu ini, didampingi oleh tiga kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Selain jet tempur siluman F-35C dan F/A-18 yang dibawa oleh USS Abraham Lincoln, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Iran telah berulang kali memperingatkan Trump agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan apa pun". Pada akhir pekan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa mereka "lebih siap dari sebelumnya, siap menembak" untuk membela negara, dan menjanjikan konsekuensi menyakitkan bagi setiap agresi dari AS atau Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved