Diancam Diserang Kapal Induk AS, Iran: Kami 200% Siap Membela Diri!
Kamis, 29 Januari 2026 - 05:33 WIB
loading...
Presiden Donald Trump ancam serang Iran dengan armada besar kapal perang AS, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln. Iran pun sudah siap 200 persen untuk membela diri. Foto/TWZ
A
A
A
TEHERAN - Iran menyatakan sudah siap 200 persen untuk membela diri jika diserang armada kapal perang Amerika Serikat (AS), termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sudah siaga di jarak serang. Teheran tetap menolak tuntutan Presiden AS Donald Trump agar mereka membuat kesepakatan.
Trump telah mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Rabu, Trump memperingatkan bahwa "armada besar" sedang mendekati Iran. "Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras," tulis Trump.
Baca Juga: Mampukah Iran Tenggelamkan Kapal Induk AS dengan Rudal Hipersonik Fattah-2? Ini Analisisnya
Dia mendesak Teheran untuk membuat kesepakatan tentang masa depan program nuklirnya. "Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk," lanjut Trump.
Namun, Iran menolak tunduk pada ancaman Trump. "Jika Trump menyerang lebih dulu, Iran akan memberikan respons yang tepat, bukan respons yang proporsional,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis (29/1/2026).
Gharibabadi menyatakan bahwa respons Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut, dan memperingatkan bahwa Israel juga dapat menderita kerugian.
"Iran tidak sedang bernegosiasi dengan AS, dan prioritas utamanya adalah siap 200 persen untuk membela diri,” imbuh dia.
Misi tetap Iran untuk PBB lebih eksplisit dalam respons-nya. “Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari USD7 triliun dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,” tulis misi terseut dalam sebuah unggahan di X.
“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama– TETAPI JIKA DIPAKSA, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” lanjut unggahan tersebut, meniru gaya bahasa media sosial khas Trump.
Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah minggu ini, didampingi oleh tiga kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Selain jet tempur siluman F-35C dan F/A-18 yang dibawa oleh USS Abraham Lincoln, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Iran telah berulang kali memperingatkan Trump agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan apa pun". Pada akhir pekan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa mereka "lebih siap dari sebelumnya, siap menembak" untuk membela negara, dan menjanjikan konsekuensi menyakitkan bagi setiap agresi dari AS atau Israel.
Trump telah mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Rabu, Trump memperingatkan bahwa "armada besar" sedang mendekati Iran. "Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras," tulis Trump.
Baca Juga: Mampukah Iran Tenggelamkan Kapal Induk AS dengan Rudal Hipersonik Fattah-2? Ini Analisisnya
Dia mendesak Teheran untuk membuat kesepakatan tentang masa depan program nuklirnya. "Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk," lanjut Trump.
Namun, Iran menolak tunduk pada ancaman Trump. "Jika Trump menyerang lebih dulu, Iran akan memberikan respons yang tepat, bukan respons yang proporsional,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis (29/1/2026).
Gharibabadi menyatakan bahwa respons Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut, dan memperingatkan bahwa Israel juga dapat menderita kerugian.
"Iran tidak sedang bernegosiasi dengan AS, dan prioritas utamanya adalah siap 200 persen untuk membela diri,” imbuh dia.
Misi tetap Iran untuk PBB lebih eksplisit dalam respons-nya. “Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari USD7 triliun dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,” tulis misi terseut dalam sebuah unggahan di X.
“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama– TETAPI JIKA DIPAKSA, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” lanjut unggahan tersebut, meniru gaya bahasa media sosial khas Trump.
Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah minggu ini, didampingi oleh tiga kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Selain jet tempur siluman F-35C dan F/A-18 yang dibawa oleh USS Abraham Lincoln, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Iran telah berulang kali memperingatkan Trump agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan apa pun". Pada akhir pekan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa mereka "lebih siap dari sebelumnya, siap menembak" untuk membela negara, dan menjanjikan konsekuensi menyakitkan bagi setiap agresi dari AS atau Israel.
(mas)
Lihat Juga :