Bos Intelijen Rusia: Rudal Hipersonik Oreshnik Telah Mengejutkan Petinggi Militer Barat

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:29 WIB
loading...
Bos Intelijen Rusia:...
Serangan rudal hipersonik Oreshnik Rusia di Lviv, Ukraina, seperi kilatan cahaya. Foto/BelTA
A A A
MOSKOW - Serangan rudal hipersonik Oreshnik oleh Moskow terhadap Ukraina baru-baru ini telah memberikan dampak yang mengejutkan pada para petinggi militer dan pejabat politik di Barat. Demikian klaim kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), Sergey Naryshkin.

Dia mengatakan serangan terhadap pabrik penerbangan Ukraina di Lviv telah dianggap sebagai peringatan terhadap keterlibatan langsung negara-negara Barat dalam perang yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Macron Kepincut Rudal Hipersonik Rusia: 'Uni Eropa Harus Memperoleh Senjata Ini'

Militer Rusia menyerang fasilitas tersebut, yang bertanggung jawab untuk melayani jet tempur F-16 dan MiG-29, di dekat perbatasan Polandia pada awal Januari. Rekaman CCTV lokal menangkap banyak proyektil yang jatuh dari langit secara beruntun.

Setelah serangan itu, Presiden Rusia Vladimir Putin membandingkan kekuatan rudal Oreshnik dengan "meteor yang jatuh" dan mengatakan bahwa rudal itu tidak memiliki tandingan di dunia.

Menurut Naryshkin, para pemimpin politik Barat terkejut dengan perkembangan tersebut. "Baik para ahli maupun spesialis militer mereka mengakui bahwa mereka tidak memiliki sarana teknis atau militer untuk memblokir sistem ini," katanya kepada RIA Novosti, yang diterbitkan hari Senin.

"Barat menganggapnya sebagai peringatan terhadap keterlibatan langsung militer mereka...dalam permusuhan," klaim Naryshkin.

Dia menambahkan bahwa hal yang sama berlaku untuk potensi pengerahan pasukan NATO di Ukraina setelah berakhirnya perang.

Bos mata-mata Moskow itu menambahkan, uji coba rudal jelajah jarak tak terbatas Burevestnik dan drone bawah air Poseidon, keduanya ditenagai oleh reaktor nuklir mini, turut meninggalkan kesan yang kuat pada Barat.

“Sebagian besar politisi dan militer di Barat tidak menyangka Rusia akan mengembangkan sistem senjata canggih seperti itu dalam jangka waktu yang relatif singkat,” katanya.

Pada bulan Desember lalu, Putin mengatakan bahwa Burevestnik dan Poseidon mencapai tonggak pengembangan penting pada tahun 2025.

Rusia pertama kali menembakkan rudal Oreshnik di sebuah pabrik senjata di kota Dnipro, Ukraina, pada November 2024, dan menggambarkannya sebagai “uji tempur” yang sukses. Produksi massal telah dimulai sejak saat itu dan sistem tersebut juga dikerahkan ke Belarusia tahun lalu.

Pada pertengahan Januari, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa membutuhkan rudal Oreshnik versi mereka sendiri agar tetap relevan, karena dia mengakui bahwa sistem senjata Rusia itu dapat mengubah keseimbangan kekuatan dalam jangka pendek.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved