Media Iran Rayakan Kerusuhan Minneapolis AS, Sebut Karma Instan

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:23 WIB
loading...
A A A
Pembawa acara di Press TV, Roya Pour Bagher, merujuk pada unggahan media sosial oleh warga Amerika yang menyatakan kemarahan atas pembunuhan Pretti, dan menggambarkan "meningkatnya kekhawatiran akan konflik sipil yang akan segera terjadi—ya, perang sipil di Amerika Serikat."

Dalam klip terpisah, Bagher mengatakan bahwa rekaman pembunuhan Pretti jelas menunjukkan bahwa dia tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun, menambahkan bahwa lebih banyak protes dapat membantu menghentikan pembunuhan tersebut.

"Seruan di media sosial yang menuntut pemecatan Trump sebelum AS terdorong ke dalam ketidakpastian semakin lantang, seiring dengan meningkatnya kejahatan ICE terhadap warga sipil," bunyi siaran Press TV.

"Karma instan?," lanjut siaran tersebut, dengan mengutip komentar Trump sebelumnya yang menyerukan rakyat Iran untuk terus demo: "Patriot Iran, TERUS BERPROTES—AMBIL ALIH LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!"

Dalam sebuah wawancara dengan situs web Press TV, Nury Vittachi, seorang jurnalis, penulis, dan komentator politik yang berbasis di Hong Kong, mengatakan bahwa kerusuhan mematikan dan tindakan terorisme di Iran dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan tanda-tanda yang jelas dari kampanye terkoordinasi yang diatur oleh Amerika Serikat dan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved